Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Calon Penerima Bantuan Bibit Pisang Rp 2,1 Miliar Disperta Baru Didata

Rojiful Mamduh • Senin, 2 November 2020 | 19:22 WIB
Pemenang lelang program bantuan bibit pisang Dinas Pertanian (Disperta
Pemenang lelang program bantuan bibit pisang Dinas Pertanian (Disperta


JOMBANG – Pemenang lelang program bantuan bibit pisang Dinas Pertanian (Disperta) Jombang senilai Rp 2,1 miliar sudah diumumkan 15 Oktober lalu. Namun sampai kemarin (1/11/2020) data calon penerima masih buram.  Sebagian petani bahkan baru melakukan pendataan untuk mengajukan usulan. ”Ini masih proses pendataan,” kata Biono, ketua gabungan kelompok tani (Gapoktan) Desa Gayam, Kecamatan Mojowarno.



Dia menambahkan, di Desa Gayam ada empat kelompok tani (poktan). Masing-masing poktan mendapat jatah bantuan bibit pisang 480 buah. Hanya saja, kemungkinan besar bantuan itu tidak diambil semua. ”Kayaknya diambil separonya, karena memang terkendala lahan yang minim,” katanya.



Saat ditanya berapa petani yang mengajukan, dia belum mengetahui pasti jumlahnya. ”Ini yang kami belum tahu. Tunggu pendataannya selesai terlebih dahulu,” bebernya.



Berbeda dengan, Desa Gayam yang belum selesai melakukan pendataan. Di Desa Ngampungan, Kecamatan Bareng sudah selesai melakukan pendataan calon penerima bantuan.



Sukin, salah satu anggota Gapoktan Desa Ngampungan mengatakan, untuk pendataan di desanya sudah selesai. Bahkan, datanya sudah diberikan ke Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL). ”Untuk Desa Ngampungan mengusulkan 3 ribu bibit pisang, untuk sekitar 200 petani,” katanya saat dikonfirmasi.



Jika dihitung, maka setiap petani hanya menerima sekitar 15-20 bibit pisang. Sehingga dalam sembilan bulan atau sekali panen, petani bisa meraup uang sekitar Rp 900 ribu. ”Untuk pisangnya sendiri nanti dihargai Rp 60 – Rp 70 ribu per tandan,” pungkas Sukin.



Dikonfirmasi terpisah, Priadi, kepala Disperta Jombang mengatakan, saat ini pengadaan bibit pisang senilai Rp 2,1 miliar akan melakukan klarifikasi dan verifikasi. ”Rencananya besok (hari ini, Red) untuk memastikan ketersedian bibit pisang dari calon pemenang,” ujarnya saat dikonfirmasi kemarin (1/11/2020).



Sedangkan, untuk data penerima sendiri pihaknya mengaku sudah klir sejak lama. Kendati di lapangan masih ditemukan desa yang belum menyelesaikan pendataan. ”Untuk penerima bantuan sudah selesai sejak lama,” terangnya.



Priadi menjelaskan, masing-masing petani mendapat jumlah bantuan yang berbeda-beda tergantung permintaan atau usulan petani. ”Penerimanya mendapat bantuan berbeda-beda. Paling sedikit 10 dan paling banyak 15 bibit pisang,” bebernya.



Priadi menjelaskan, program bantuan ini memang untuk memanfaatkan lahan pekarangan, bukan untuk lahan pertanian. ”Ini untuk meningkatkan pendapatan para petani,” pungkas Priadi.(yan/naz/jif)



Editor : Rojiful Mamduh