JOMBANG – Efektivitas rumah burung hantu (rubuha) dalam melawan hama tikus perlu dievaluasi. Terlebih banyak rubuha yang kosong. Seperti terlihat di Desa/Kecamatan Megaluh. ”Tidak ada burung hantunya sekarang, tidak tahu lagi kalau sebelumnya,’’ kata Waji, buruh tani yang memanen padi di Desa/Kecamatan Megaluh, Senin (26/10/2020).
Selama ini jarang ada burung hantu yang terlihat menempati pagupon kecil di sawah tempatnya bekerja. ”Di sini tikusnya tak begitu banyak. Yang banyak kemarin justru wereng,’’ tambahnya.
Di area persawahan Kecamatan Megaluh tersebut, sedikitnya ada delapan titik rubuha yang berdiri. Konstruksinya menggunakan tiang besi dan sebagian dari kayu. ”Di sini ada banyak, sebagian dari besi satu kaki seperti ini,’’ terangnya.
Terkait efektivitas rubuha dalam membasmi tikus, Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Jombang, Erwin Burhan menjelaskan singkat. ”Kalau menurut saya semua cara efektif. Namun efektif kan juga harus diimbangi dengan efisien,’’ ucapnya. (ang/naz/jif)
Editor : Rojiful Mamduh