Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Efektivitas Rumah Burung Hantu Atasi Hama Tikus Dipertanyakan

Rojiful Mamduh • Sabtu, 24 Oktober 2020 | 19:40 WIB
Efektivitas program pembangunan rumah burung hantu (rubuha) yang
Efektivitas program pembangunan rumah burung hantu (rubuha) yang


JOMBANG - Efektivitas program pembangunan rumah burung hantu (rubuha) yang bernilai ratusan juta untuk mengatasi hama tikus patut dipertanyakan. Pasalnya, di sejumlah tempat yang sudah dipasang rubuha tetap banyak tikus. ”Sejak dulu tikus masih banyak, hampir tidak ada bedanya sebelum dan sesudah didirikan pagupon,” terang Abdul Rohim, petani di Desa Karangmojo, Kecamatan Plandaan (23/10/2020). Meski sudah didirikan rubuha di sejumlah titik, serangan hama tikus masih saja masif menyerang lahan petani.



Dia menambahkan, pada musim tanam kemarin, banyak petani di wilayah sini terpaksa membuat bedengan untuk melindungi bibit dari serangan hama tikus. ”Jadi belum banyak membantu, buktinya serangan masih tikus masih banyak,” bebernya.



Dari pengamatannya selama ini, meski sudah didirikan pagupon, namun dia masih jarang melihat aktivitas burung hantu.  ”Jarang ada burung hantu di pagupon ini. Kalaupun ada, mungkin hanya ada satu ekor saja,” imbuhnya.



Selain tak banyak disinggahi burung hantu, jumlah rubuha di wilayahnya juga berkurang. ”Yang saya ingat dulu jumlahnya banyak. Kalau tidak salah ada lima pagupon. Tapi jumlah yang tersisa sekarang tinggal dua saja,” imbuhnya.



Sementara itu, meski belum lama dirikan, salah satu bangunan pagupon di wilayah Desa Betek, Kecamatan Mojoagung mulai rusak.  Seperti terlihat Jumat (16/10/2020). Di salah satu titiknya, terdapat rubuha tidak berdiri normal alias mulai doyong. ’’Sudah sekitar semingguan mau roboh,’’ kata Rahmad, salah seorang petani.



Menurut dia, rubuha tersebut baru saja dipasang. ’’Saya tidak ingat kapan, kalau tidak salah kemarin yang didirikan banyak. Tidak hanya di situ, bentuk dan catnya sama semua seperti itu,’’ imbuh dia sembari menunjuk rubuha.



Dia menambahkan, meski sudah banyak didirikan rubuha, serangan hama tikus di wilayahnya masih masih. ”Kemarin waktu awal tanam banyak jagung petani di sini diserang, beberapa bahkan sampai tanam berkali-kali tetap gagal,” singkatnya. (mar/naz/jif)



Editor : Rojiful Mamduh