JOMBANG – Proyek pembangunan Puskesmas Bareng senilai Rp 2,5 miliar terancam molor. Sampai Kamis (22/10/2020) masih banyak pekerjaan yang belum rampung. Padahal proyek itu harus selesai 17 November nanti.
Tembok bagian luar maupun dalam, masih belum diplester. Karena masih terlihat batu batanya. Beberapa daun pintu dan jendela juga belum terpasang.
Bangunan utama yang berada di depan Puskesmas Bareng itu terlihat belum selesai. Meski bagian atap sudah terpasang semua, namun pada bagian belakang masih dalam kondisi terbuka. Sementara kondisi lantai juga masih rabatan karena belum dipasang keramik.
Anam, konsultan pengawas CV Laskar Kreasindo, ketika dikonfirmasi mengatakan saat ini tahap pembangunan sudah masuk dalam proses finishing. Kendati demikian pembangunan tidak bisa diselesaikan tahun ini. ”Kita kemarin melakukan mutual check awal (MC 0) itu banyak volume yang belum nge-link. Sehingga banyak yang tidak tercover pada bangunan,” ujarnya.
Dirinya menyebut beberapa bangunan yang tidak tercover itu diantaranya plesteran tembok belakang dan dalam. Selain itu, pihaknya juga tidak mengerjakan bangunan lanjutan di lantai dua untuk pemasangan keramik dan plafon. “Jadi tahun ini kita fokus untuk menyelesaikan bangunan tampak depan dan tertutup atap,” tegasnya.
Anam berdalih, pada perencanaan awal pembangunan Puskesmas Bareng akan dibangun hanya satu lantai. Akan tetapi, kebutuhan Puskesmas mengharuskan dibangun dua lantai. ”Tapi anggarannya tidak cukup,” terangnya.
Sehingga untuk menuntaskan pembangunan Puskesmas Bareng tahun ini tidak seluruh bagian di dua lantai. Dia justru mengaku progres pembangunan sudah mencapai 85 persen dan bahkan melebihi target. ”Karena pembangunan juga dilembur, tapi ini hanya fokus menyelesaikan tampak gedung depan,” tegas Anam.
Dikonfirmasi terpisah, PPK Puskesmas Bareng, Ashari, membenarkan bila pembangunan Puskesmas tidak selesai sekaligus tahun ini. Sebab, pada saat perencanaan dan saat pelaksanaan lelang dana hanya cukup untuk pembangunan lantai satu. ”Walaupun awal memang kita rencanakan untuk pembanguan dua lantai,” ujarnya.
Dikatakan, sumber dana pembangunan Puskesmas Bareng berasal dari dana alokasi khusus (DAK). “Saat pengusulan ke pusat melalui DAK yang diajukan untuk pembangunan dua lantai,” terangnya. Hanya saja, pada saat disetujui dan anggaran sudah cair, ternyata dananya tidak cukup untuk pembangun gedung dua lantai. ”Setelah kita lakukan perhitungan ulang, ternyata tidak cukup,” pungkas Ashari. (yan/bin/jif)
Editor : Rojiful Mamduh