Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Jagung Habis Diserang Tikus, Petani Rejoslamet Terpaksa Jual Tebon

Rojiful Mamduh • Senin, 19 Oktober 2020 | 20:39 WIB
Petani jagung di Desa Rejoslamet, Kecamatan Mojowarno rugi besar.
Petani jagung di Desa Rejoslamet, Kecamatan Mojowarno rugi besar.


JOMBANG – Petani jagung di Desa Rejoslamet, Kecamatan Mojowarno rugi besar. Jagung yang siap panen ludes dimakan tikus. Alhasil, petani terpaksa hanya menjual tebonnya untuk pakan ternak.  ”Terpaksa hanya jual tebon, karena sudah tidak bisa dipanen lagi,” terang Taufiq, salah satu perangkat desa setempat, Minggu (18/10/2020).



Dia menambahkan, serangan hama tikus di wilayahnya musim ini memang sangat masif. Serangannya hampir merata di semua dusun. ”Kurang lebih ada 100 hektare sawah, karena hampir semua dusun di Desa Rejoslamet terserang hama tikus,” imbuhnya.



Menurutnya, sejak pertama ditemukan tanda serangan, petani sudah melakukan berbagai upaya penanggulangan. Sayang, hasilnya tak maksimal. ”Sudah banyak cara dilakukan mulai dari obat-obatan, berburu dengan cara menembak dan gropyokan,” imbuhnya.



Akan tetapi, cara yang dilakukan petani sia-sia. Bahkan, banyak petani yang sampai gagal panen. ”Ya petani hanya bisa pasrah, mau bagaimana lagi,” katanya.



Bahkan, tidak sedikit petani yang menjual hasil tanamnya untuk pakan ternak. Sebab, kerusakannya sudah terlalu parah, sehingga kalaupun dipanen, hasilnya juga kecil. ”Kalau merugi sudah pasti,” terangnya.



Sebagian petani tetap bertahan merawat tanaman yang belum terserang tikus. ”Ada petani yang masih merawat, apabila dipupuk ya dipupuk,” imbuhnya.


Dikatakannya, belum ada bantuan dari Dinas Pertanian kepada petani terdampak serangan hama ini. ”Kami belum melaporkan ke dinas maupun penyuluh,” pungkasnya. (yan/naz/jif)


Editor : Rojiful Mamduh