Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Harga Tembakau Jeblok, Petani Terpaksa Jual Bunga

Rojiful Mamduh • Kamis, 15 Oktober 2020 | 18:11 WIB
Jebloknya harga tembakau membuat para petani terpaksa menjual bunga.
Jebloknya harga tembakau membuat para petani terpaksa menjual bunga.


JOMBANG – Jebloknya harga tembakau membuat para petani terpaksa menjual bunga. Penjualan bunga tembakau bisa menambah penghasilan petani. ’’Meski harganya rendah, bunga tembakau kita panen karena laku,’’ kata Sumarti, petani tembakau di Desa Banjardowo, Kecamatan Kabuh, Rabu (14/10/2020).



Bunga tembakau kering perkilo Rp 2.500. ’’Kalau basah Rp 500 perkilonya,’’ ucapnya. Dia sendiri tak mengetahui persis untuk apa bunga tembakau yang dia jual tersebut.



’’Kurang tahu buat apa, pokoknya sudah ada yang ngambil dari Ponorogo,’’ terang dia. Untuk memenuhi permintaan ini dirinya dibantu anggota keluarganya lebih sering memetik bunga tembakau. Ketimbang daunnya yang tinggal daun terakhir dengan ukuran lebih kecil. ’’Bunganya dipetik setelah babok e (daun petik pertama, Red) sudah dipanen,’’ terangnya.



Tidak hanya Sumarti, beberapa petani lainnya juga kini memanen bunga tembakau. Meski terbilang murah, setidaknya bunga tersebut bisa dijadikan tambahan penghasilan. Minimal bisa untuk menutup biaya operasional. ’’Paling ini nanti dapat sekitar 1 kwintal,’’ beber dia seraya menyebut luas sawah sekira 1.400 m2.



Bunga tembakau itupun sudah diambil tengkulak di rumah masing-masing. ’’Tergantung mau dijual langsung atau dikeringkan. Kalau jual kering ya dibawa pulang dijemur dahulu,’’ sahut Marlik petani lainnya. (fid/bin)



Editor : Rojiful Mamduh