Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Rabu Wekasan

Rojiful Mamduh • Selasa, 13 Oktober 2020 - 16:02 WIB
Saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Junnatul Fuadah, Polres Jombang,
Saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Junnatul Fuadah, Polres Jombang,


Saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Senin (12/10), Ustad Agung Bahroni, menjelaskan tentang Rabu terakhir bulan safar yang biasanya disebut Rabu Wekasan. ’’Para wali Allah ada yang ditunjukkan bahwa pada Rabu wekasan itu Allah menurunkan 320 ribu balak untuk satu tahun,’’ tuturnya.



Rasulullah Muhammad SAW sendiri pernah menyatakan, hari Rabu adalah hari naas. Makanya pada Rabu wekasan kita dianjurkan memperbanyak doa tolak balak dan sedekah. ’’Bisa dengan salat hajat atau salat sunah mutlak,’’ tegasnya. Salat sebanyak empat rakaat.  Dua rakaat salam, dua rakaat salam. Niatnya, salat hajat atau salat sunat mutlak.  Tiap rakaat usai Fatihah, membaca QS Alkautstar 17 kali, QS Al Ikhlas lima kali dan QS Alfalaq dan Annas masing-masing satu kali. Kemudian membaca doa tolak balak. ’’Ditambah sedekah lebih bagus. Karena sedekah bisa menolak balak,’’ tegasnya.



Para wali Allah mengetahui balak turun untuk satu tahun pada Rabu wekasan dari mimpi. ’’Hanya orang-orang tertentu yang diberi petunjuk oleh Allah melalui mimpi,’’ terangnya. Salah satunya yakni Nabi Ibrahim ketika diperintahkan menyembelih putranya, yakni Nabi Ismail. Sebagaimana diabadikan dalam QS Assaffat 102.  Ibrahim berkata: "Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!" Ia menjawab: "Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar".



Kebenaran mimpi wali Allah juga ditegaskan dalam QS Yunus 64. Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan dunia berupa mimpi baik, dan dalam kehidupan akhirat mereka mendapatkan surga.



Orang-orang saleh juga diberi Allah firasat yang benar. Kebenaran firasat itu merupakan karunia yang diberikan Allah karena orang tersebut benar-benar mendekat kepada Allah.



’’Yang terpenting, kita harus husnuddzon atau berprasangka baik kepada Allah,’’ tegasnya. Jika Allah memang menurunkan balak pada Rabu wekasan, maka berarti kita diperintahkan ihtiyar untuk tolak balak tersebut. Sesuai dengan syariat yang diajarkan Rasulullah Muhammad SAW. Yakni dengan salat sunat hajat atau salat sunat mutlak, membaca doa tolak balak dan sedekah.



Harapannya, kita bisa terhindar dari balak yang diturunkan. Kalau memang tetap terkena balak itu, maka kita diberi Allah bisa sabar Sehingga balak itu menghapus dosa-dosa kita. Bahkan jika mati karena balak itu, kita dicatat mati syahid akhirat. (jif)



Editor : Rojiful Mamduh