Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Merangkai Tali Makrame untuk Hiasan Rumah, Hobi yang Hasilkan Rupiah

Rojiful Mamduh • Selasa, 13 Oktober 2020 | 04:54 WIB
Kerajinan makrame mulai tren. Meski hanya untuk mengisi waktu, namun h
Kerajinan makrame mulai tren. Meski hanya untuk mengisi waktu, namun h


Kerajinan makrame mulai tren. Meski hanya untuk mengisi waktu, namun hasil dari menyimpulkan tali atau benang ini mulai dilirik konsumen. Pesanan juga datang dari berbagai daerah.




ANGGI FRIDIANTO, Diwek




SATU persatu benang di ruang tamu Jannatul Firdausi Nuzula di Desa Bandung, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang dirangkai simpul.


Hanya dalam hitungan beberapa menit, tali simpul yang menjadi salah satu kerajinan untuk hiasan rumah ini memiliki nilai jual.



”Macrame ini kerajinan merangkai benang atau tali untuk menjadi sebuah karya tangan,’’ ujarnya kemarin.


Sejak awal pandemi, ia memang memiliki banyak waktu luang. Apalagi perkualiahan yang diikutinya menjadi daring.


”Daripada nganggur akhirnya saya belajar membuat kerajinan yang mulai tren di kalangan anak muda ini melalui Youtube,’’ tambahnya.



Bagi dia kerajinan macrame susah-susah gampang. Hanya perlu ulet dan telaten dalam merangkai tali. Sejak beberapa bulan memulai, Jannatul berhasil merampungkan beberapa desain.


Mulai dari hiasan cermin, gantungan bunga maupun tas macrame. ”Paling banyak dipakai untuk hiasan dinding, baik di kamar tidur atau ruang tamu.


Kesannya minimalis membuat rumah sedap dipandang,’’ papar dia.



Lantaran banyak memiliki waktu luang itulah, dalam sehari, Jannatul bisa membuat beberapa karya tangan.


Setiap motif yang dihasilkan, memiliki tingkat kerumitan sendiri-sendiri. Misalnya untuk membuat gantungan pot ia memiliki lebih dari 15 motif dalam sehari.


Berbeda lagi untuk membuat tempat cermin atau tas, membutuhkan waktu agak lama. ”Kalau cermin sehari bisa 3-5 motif,’’ jelas mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Jombang ini.



Harga kerajinan macrame miliknya cukup terjangkau. Untuk  pot gantung dijual Rp 20 ribu, hiasan cermin besar Rp 150 ribu dan cermin kecil Rp 100 ribu.


Selain kepada pembeli langsung, ia juga memberi potongan harga bagi reseller. ”Teman-teman kampus saya juga banyak yang menjadi reseller macrame,’’ papar dia.



Hasil karya tangannya tak hanya diminati dari lokal Jombang. Konsumen dari beberapa luar daerah seperti Padang, Bali, Jakarta dan Bekasi juga datang.


”Saya jual di online melalui situs ecommerce alias pasar online, jadi bisa dikirim kemana-mana,’’ paparnya lagi.


Bahkan selama pandemi, Jannatul mengaku lebih aktif dan memiliki banyak penghasilan.


Dalam sebulan ia bisa mendapat pemasukan hingga Rp 2 juta. ”Alhamdulillah kalau banyak pesanan, omsetnya bisa sampai beberapa juta,”  pungkasnya bangga.


Editor : Rojiful Mamduh