JOMBANG – Perajin patung Garuda Pancasila menjerit. Selama pandemi Covid-19, pembeli sangat sepi. Padahal produksi sudah menumpuk.
’’Biasanya bulan Agutus banyak yang beli. Tapi sekarang sepi,’’ kata Ikhwan Erwantoro perajin patung Garuda Pancasila di Desa/Kecamatan Diwek, Jombang, Selasa (6/10/2020).
Kondisi itu diperparah dengan sulitnya mengirim barang. Alhasil, stok patungnya kini menumpuk.
Ikhwan cerita, sejak awal tahun lalu, ia sudah ngebut membuat beberapa patung. Harapannya, di pertengahan tahun, pesanan patung Garuda Pancasila akan ramai menjelang HUT Kemerdekaan RI.
’’Tapi ternyata tidak, pesanan sudah macet sejak Maret lalu, kalaupun ada sedikit,” ucapnya.
Menurutnya, banyak toko tutup dan sepi sehingga pesanan patung buatannya berkurang drastis. Terlebih, selama ini ia bergantung pada pasar nasional.
’’Kiriman saya ini seluruhnya ke Jakarta, kalau sana (Jakarta, Red) berhenti, ya otomatis pesanan yang masuk sini juga berhenti,” lontar dia.
Meski begitu, pengerjaan patung Garuda Pancasila tidak ia hentikan. Setiap hari, proses pengerjaan tetap berlangsung. Alhasil, 200-300 patung yang diproduksi setiap bulan harus ditumpuk begitu saja di rumah.
’’Padahal gaji karyawan juga harus dipikirkan, karena setiap hari masih kerja,” imbuh dia.
Editor : Rojiful Mamduh