JEMBATAN Ploso, satu-satunya jembatan yang menjadi akses lalu lintas sebagai penghubung Jombang sisi utara dan selatan. Keberadaan jembatan di atas sungai Brantas ini sejak dulu fungsinya cukup vital. Baik semasa perjuangan kemerdekaan, maupun sekarang sebagai urat nadi lalu lintas dan perekonomian.
Dari data yang dihimpun Jawa Pos Radar Jombang, keberadaan jembatan ini sudah nampak 1947 silam. Pada sebuah foto udara (aerial) yang diambil 947. Dalam foto itu, terlihat sebuah jembatan melintang di atas sungai Brantas. Di sampingnya, ada jembatan lain yang juga digunakan untuk rel kereta api jurusan Babat-Jombang.
Sebuah foto lain, menjelang pelaksanaan Pemilu Legislatif 1977, koleksi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Jombang, juga menampilkan kondisi jembatan Ploso dengan penampakan lurus searah jalan utara-selatan.
Fotonya diambil di ujung utara jembatan, masuk wilayah Dusun Ngelom, Desa Rejoagung. Terlihat papan peraga kampanye milik salah satu kontestan peserta Pemilu 1977. Namun, konstruksi jembatan lama ini terlihat sangat berbeda dengan kondisi jembatan Ploso yang kini berdiri.
“Jadi ini jembatan Ploso lama, bentuknya lebih kecil dibanding sekarang. Tidak ada kerangka baja di bagian atas. Hanya kerangka baja penyangga di bawah. Jembatan ini sudah ada sejak era kolonial sampai 1970-an akhir,” terang Sutarji Kasi Manajemen Kearsipan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Jombang.
Jembatan Ploso lama juga disebutnya memiliki ukuran lebih kecil dari jembatan yang ada sekarang. Hal ini bisa dibuktikan dengan status kelas jalan pada dokumen milik DLLAJR Jatim wilayah Surabaya Barat, yang sepaket dengan foto 1977.
“Jembatan itu disebut jembatan kelas III, yang artinya maksimal hanya boleh dilintasi kendaraan sekelas truk kecil. Sedangkan truk besar (ban dobel) atau truk gandeng tidak boleh lewat, beda dengan jembatan sekarang,” tambahnya.
Lokasi jembatan Ploso lama itu berada di samping barat jembatan yang sekarang. Jembatan yang sekarang dibangun di atas 1980, bisa terlihat dengan plakat peresmian jembatan Ploso baru dengan rangka baja bagian atas, yang diresmikan Gubernur Jawa Timur Wahono 1987.
“Bagian konstruksi jembatan lama diruntuhkan semua. Tetapi, bekasnya saat ini masih bisa disaksikan, meski hanya bagian sayap ujung jembatan yang tersisa,” lontar dia.
Editor : Binti Rohmatin