Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Air Terbatas Akibat Kemarau, Petani di Kecamatan Gudo Mengeluh

Binti Rohmatin • Senin, 21 September 2020 | 13:56 WIB
Air Terbatas Akibat Kemarau, Petani di Kecamatan Gudo Mengeluh
Air Terbatas Akibat Kemarau, Petani di Kecamatan Gudo Mengeluh


JOMBANG – Sejumlah petani di Desa Bugasurkedaleman, Kecamatan Gudo kesulitan mendapat pengairan sawah. Dalam dua minggu terakhir, mereka harus melakukan pengeboran untuk mencari sumber air. 


“Sebenarnya ini sudah waktunya pengairan, tapi air yang di saluran tidak ada,” keluh Jumani salah seorang petani kepada Jawa Pos Radar Jombang, beberapa waktu kemarin. Selama ini, pengairan sawah di tempatnya saat musim kemarau hanya mengandalkan saluran. “Ini dari Kediri airnya, saya lihat di Ngoro masih ada. Tapi, di sini kosong,” imbuhnya.


Dia sendiri tak mengetahui persis bagaimana persoalan pengairan sawah yang dialaminya tersebut. Dia hanya memahami kalau saat ini tanaman padinya memerlukan pasokan air. “Kalau nggak diairi bisa-bisa padinya mati,” sambung Jumani.


Lebih dari itu, ia juga merasa kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi. “Susah dapat pupuk, airnya sekarang juga begitu,” sahut Wahyu petani lainnya. Melihat persoalan yang dihadapi petani dalam waktu bersamaan itulah maka berdampak pada biaya operasional.


Untuk pengeboran misalnya, membutuhkan biaya sekira Rp 1,5 juta. Senada, Said petani lainnya juga merasakan hal sama. Meski sawahnya berada di dekat Sungai Konto, namun justru kesulitan mendapat air. “Biasanya itu air mengalir lewat saluran ini, sekarang garing. Tidak ada air sama sekali,” sambungnya.


Karena itulah ia dengan petani lainnya sementara memanfaatkan air dari pengeboran. “Pakai mesin pompa, sudah ada sumur bor. Dua minggu lalu baru ngebor,” pungkas Said.

Editor : Binti Rohmatin