Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Salah Satu Pengasuh PPBU Tambakberas Meninggal Akibat Covid-19

Binti Rohmatin • Rabu, 2 September 2020 | 20:36 WIB
Salah Satu Pengasuh PPBU Tambakberas Meninggal Akibat Covid-19
Salah Satu Pengasuh PPBU Tambakberas Meninggal Akibat Covid-19


JOMBANG – Keluarga Pondok Pesantren Bahrul Ulum (PPBU) Tambakberas berduka. Ini setelah KH Chimayatulloh Alfatich pengasuh Ribath Al-Ghozali PP Bahrul Ulum meninggal karena Covid-19. Makam KH Wahab Chasbullah pun ditutup sementara untuk dilakukan sterilisasi, kemarin (1/9).


Koordinator Bidang Penanganan Gugas PP Covid-19 Jombang dr Pudji Umbaran menyampaikan, Gus Chim sapaan KH Chimayatulloh dirawat di RSUD Jombang sejak (25/8) dengan keluhan paru-paru.


”Awalnya kita lakukan screening dengan Aclia (pengganti rapid test) maupun uji swab. Hasilnya diketahui negatif,” ujarnya.


Saat kondisi Gus Chim bertambah buruk akhirnya RSUD Jombang melakukan tindakan penanganan cukup serius. Salah satunya memindahkan ke ruang isolasi ICU Central serta pemasangan alat ventilator untuk membantu pernafasan.


”Setelah kita lakukan penanganan itu kondisi cukup stabil, namun pernafasanya masih buruk,” tambahnya. 


Beberapa hari menjalani perawatan intensif di ICU Central, pihaknya kemudian melakukan uji swab ulang, Sabtu (29/8) dan Senin pagi (31/8).


”Dan hasil swab ulang keluar hasil dua-duanya positif,” jelas dia. Perawatan pun dilakukan lebih intensif.


Meski begitu, takdir berkata lain. Gus Chim akhirnya menghembuskan nafas terakhir setelah magrib sekitar pukul 18.55. ”Beliau dimakamkan dengan protokol Covid-19 dan dimakamkan malam itu juga,” jelas dia.


Disinggung mengenai riwayat KH Chimayatulloh tertular Covid-19, Pudji mengatakan, jika pihaknya menerima informasi sebelumnya dirawat di Pasuruan.


”Sebelumnya beliau dirawat di sana. Beliau kita masukkan dalam daftar kontak erat karena saudaranya yang di sana meninggal karena Covid-19,” jelasnya lagi.


Sementara itu, jenazah dimakamkan di komplek makam keluarga PPBU di komplek makam KH Wahab Chasbullah (Mbah Wahab) sekitar pukul 23.00. Pemakaman juga dilakukan dengan protokol Covid-19. Hingga kemarin (1/9), makam masih ditutup sementara hingga 1x24 jam.


Dikonfirmasi terpisah melalui sambungan selulernya, Ketua Yayasan Bahrul Ulum KH M. Wafiyul Ahdi (Gus Wafi) membenarkan jika makam masih ditutup. ”Karena disemprot desinfektan untuk mensterilkan lokasi makam yang setiap hari banyak peziarah datang dari luar kota,” ujarnya.


Dia juga membenarkan penutupan area makam dilakukan sebagai bentuk antisipasi. ”Beliau dirawat beberapa hari di RS karena sakit paru-paru yang berpotensi tertular Covid-19. Jadi kita batasi santri takziyah. Termasuk mengantar ke makam. Setelah itu makam kita desinfektan biar tidak terjadi apa-apa pasca pemakaman,” jelasnya.


Meski begitu, berdasar informasi yang diterima dari pihak keluarga, hasil uji swab KH Chimayatulloh dua kali keluar negatif. ”Itu cuma langkah antisipatif kita untuk menerapkan standar pengamanan kesehatan, agar para santri dan keluarga tetap sehat,” pungkas Gus Wafi.

Editor : Binti Rohmatin