Teguh Triirianto, warga Dusun Gebang, Desa Bulurejo, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, memiliki kreatifitas yang unik.
Sepeda BMX oleh Teguh dirangkit menjadi BMX custom dengan modifikasi mesin kendaraan bermotor.
Sepeda ini bisa dikendalikan menggunakan remote jarak jauh.
JOMBANG - Raungan kuda besi terdengar cukup bising menyapa telinga di salah satu bengkel mobil saat Jawa Pos Radar Jombang tiba, siang kemarin.
Setelah didekati, ternyata bukan sepeda motor yang meraung, melainkan sepeda BMX custom yang dimodif dengan mesin motor roda dua.
Ya, perakit sepeda keren ini Teguh Triirianto warga Dusun Gebang, Desa Bulurejo, Kecamatan Diwek. BMX custom adalah kendaraan modifikasi dari sepeda BMX dan mesin sepeda motor.
Kendaraan itu sebenarnya dibuat untuk menyalurkan hobi semata. ”Sudah setahun ini saya menekuni BMX custom,” ujarnya.
Setahun bergelut dengan berbagai model jenis sepeda BMX custom, Teguh sudah merakit puluhan sepeda. Diantaranya, sepeda BMX yang dimodif dengan berbagai jenis motor mulai Honda, Yamaha hingga Kawasaki.
”Bodi, stang maupun sadel (sadel) saya ambilkan dari BMX. Sedangkan mesin dan roda saya ambilkan dari motor,” jelas dia.
Kendati begitu, jenis kerangka yang dia gunakan bukan sekedar asal. Ia menggunakan kerangka khusus dari pipa baja dengan kualitas kuat. ”Begitu juga shock depan kita modif dengan motor laki-laki agar kuat,” jelasnya lagi.
Lantaran sudah dimodif itulah sepeda BMX custom dapat diisi dengan bahan bakar minyak (BBM) dan dapat melaju hingga kecepatan 80 km/jam.
”Sebagai pengganti tangki kita gunakan kerangka untuk menyimpan bahan bakar dan bisa menampung 2 liter,” beber dia.
Untuk merakit satu kendaraan BMX custom ini Teguh biasanya menghabiskan biaya antara Rp 7 sampai Rp 9 juta. Hasil kreasinya juga pernah diikutikan kontes sepeda di berbagai daerah seperti Jogjakarta, Solo, hingga Bandung.
”Satu unit biasanya saya jual mulai Rp 25 juta sampai Rp 35 juta, apalagi kalau menang kontes lebih mahal,” paparnya senang.
Tak hanya menarik, sepeda BMX custom rakitan Teguh juga anti maling. Dia memasang remote control di bodi sepeda agar bisa dikendalikan dari jarak jauh.
”Ini memang kita kemas seperti sepeda BMX agar praktis. Sementara untuk menghidupkan dan mematikan dari jarak jauh,” pungkasnya.
Editor : Binti Rohmatin