JOMBANG – Peringatan 10 Muharam juga berlangsung di SMPN 1 Mojoagung. Sabtu (29/8) kemarin, digelar kegiatan doa bersama dan santunan kepada 63 siswa-siswi yatim dan piatu.
Kepala SMPN 1 Mojoagung Moh Kolil menyampaikan, kegiatan doa bersama dan santunan anak yatim memperingati 10 Muharam sudah jadi tradisi sejak 2015.
Tujuannya untuk mengamalkan ajaran Islam. Serta mendoakan orang tua siswa-siswa yang sudah meninggal. Sehingga bisa mendapat tempat terpuji di sisi Allah SWT.
Kegiatan ini juga diikuti seluruh jajaran guru di SMPN 1 Mojoagung. ”Santuan ini bersumber dari infaq dan shodaqoh bapak ibu guru setiap minggu. Kemudian setiap 10 Muharam kami salurkan kepada anak-anak,” ujar dia.
Melalui santunan ini juga diharapkan bisa meringankan beban siswa-siswi selama pandemi Covid-19. ”Mudah-mudahan dapat membawa manfaat bagi anak-anak,” tambahnya.
Kolil juga mengajak seluruh siswa-siswi berdoa agar wabah Covid-19 segera diangkat. Sehingga kehidupan normal dapat berjalan kembali seperti biasa. ”Dengan begitu kita dapat belajar lagi di sekolah,” jelas dia.
Pihaknya juga menyampaikan agar para siswa selalu bangga menempuh pendidikan di SMPN 1 Mojoagung. Sebab sekolah ini selalu menjadi unggulan di Jombang. Hal itu dibuktikan dengan deretan prestasi yang berhasil diraih.
Editor : Binti Rohmatin