Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Tradisi Pengantin Tinggalkan Sesaji di Jembatan Ploso Masih Bertahan

Binti Rohmatin • Jumat, 21 Agustus 2020 | 15:43 WIB
Tradisi Pengantin Tinggalkan Sesaji di Jembatan Ploso Masih Bertahan
Tradisi Pengantin Tinggalkan Sesaji di Jembatan Ploso Masih Bertahan


JOMBANG – Tradisi meletakkan sesajen (sesaji) yang dilakukan pengantin dan rombongan pengiring sebelum melintasi jembatan, masih bertahan di kehidupan masyarakat Jombang.


Seperti yang terlihat di Jembatan Ploso, rombongan pengantin lebih dulu meletakkan sesajen baik di sisi timur maupun barat.


Sesajen yang biasanya diletakkan itu berisi beraneka macam. Mulai dari makanan, bunga, palawija, hingga seekor ayam.


Karena ayam yang menjadi isi sesajen masih hidup, warga sekitar Jembatan Ploso kerap berebut mendapatkan ayam yang dilempar dari dalam mobil itu.


“Tradisinya kalau mau menyebrangi Sungai Brantas, harus meletakkan sajen dan ayam jenis cemani,” ungkap Santoso, salah satu warga. Ia sendiri tak mempersoalkan masih dilakukannya tradisi tersebut.


”Memang masih banyak yang melakukan, itu kepercayaan masing-masing. Biasanya kalau yang lewat rombongan pengantin, ayam yang dilepas selalu jadi rebutan,” lanjutnya.


Santoso menyebut, meletakkan sesajen di jembatan dianggap sebagian orang sebagai bentuk permisi dan mohon izin menyeberang sungai.


Mereka yang melakukan ritual seperti itu percaya agar perjalanan rombongan pengantin selamat sampai tujuan.


”Setelah Idul Adha memang musim orang punya hajatan pernikahan, biasanya sampai sebelum Suro (tahun baru Islam). Sehari bisa dua sampai tiga ekor ayam,” pungkasnya.

Editor : Binti Rohmatin