Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, nasib monumen Brigjen Kretarto pada peringatan HUT RI kali ini cukup memprihatinkan. Biasanya, monumen patung yang diresmikan Bupati Soewoto Adiwibowo 5 Oktober 1997 ini selalu dipercantik menjelang Agustusan.
JOMBANG - Patung tokoh pejuang yang gagah itu menghadap ke arah utara. Sorot matanya tajam dalam sikap berdiri tegap sempurna dengan tinggi dua meter. Tangan kiri memegang samurai yang menempel di pinggang. Sedang tangan kanan bertumpu pada holster pistol.
Di atas pondasi ada penyangga patung berbentuk tiang empat persegi panjang terbuat dari marmer dengan ukuran lebar masing-masing sisi sekitar 1,5 meter dan tinggi 2 meter. Pada sisi depan tertulis biodata Brigjen Kretarto. Berisi pangkat, jabatan terakhir, tanggal lahir dan wafat. Di sisi kiri tertulis watak dan sifat pribadi, sementara di sisi kanan ditulis jabatan militer semasa berjuang di Jombang.
Sayangnya, warna cat patung ini hitam kusam. Sudah lama tak tersentuh cat yang baru. Bahkan, selembar sprei yang dijemur warga, diletakkan sembarangan di pagar besi di bawahnya. Menambah kesan suram dan tidak terawat. Itulah kondisi monumen patung Brigjen Kretarto yang terletak di pertigaan sebelah utara PG Djombang Baru Jl PB Sudirman Jombang.
Menjelang peringatan HUT seperti sekarang, kondisi monumen patung Brigjen Kretarto ini paling memprihatinkan. Berbeda dengan monumen Mastrip, Tugu Bambu Runcing Mojoagung, patung Garuda Pancasila di Jl Dr Soetomo yang terawat dengan baik.
Apalagi di lokasi ini, sebagian wajah patung Brigjen Kretarto tampak tertutup rindangnya dahan dan daun dari pohon beringin di sebelah. Sepuluh pilar di belakang patung, cat warna putih juga sudah luntur. Selain itu, pada bagian pondasi penyangga patung, kondisinya hampir sama. Marmer pecah dan rumput liar terlihat rimbun.
“Memang jarang ada yang membersihkan. Kalaupun kotoran dan dedaunan yang disapu mungkin jalan depannya saja, bagian dalam jarang,” ucap Suroto, 40, salah satu warga di lokasi. Kondisi ini sangat disayangkan beberapa pihak terutama pemerhati sejarah. Sudah semestinya, patung Brigjend Kretarto jadi perhatian pemerintah.
Terlebih jika mengingat jasa dan perjuangannya untuk Indonesia khususnya di Jombang. “Ini patung Brigjen Kretarto, tokoh pejuang yang dulu mempertahankan Jombang mati-matian. Jadi kita berharap patung bisa dibersihkan, sebagai wujud penghargaan kepada jasa pahlawan,” sahut Faisol.
Untuk diketahui, Brigjen Kretarto sendiri salah satu pejuang yang berperan penting dalam perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan di Jombang 1945-1949. Pak Kret, sapaannya, pernah menjabat komandan CoPP 5 yang sempat berubah menjadi STM (Sub Teritorium Militer) Surabaya yang membawahi sejumlah pasukan. Yakni Batalyon Hizbullah, TRIP, Tentara Genie Pelajar (TGP), Mobile Brigade (Mobrig) Polisi dan TKR.
Sebagai penghormatan, dua patung Brigjen Kretarto dibangun di Jombang. Sebuah patung berdiri di pertigaan Desa Gongseng, Kecamatan Megaluh, dan satu lagi yang diletakkan di pertigaan Jl PB Sudirman, tak jauh dari PG Djombang Baru.
Editor : Binti Rohmatin