Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Hitam dan Munculkan Bau Menyengat, Sungai Gude Ploso Dikeluhkan Warga

Binti Rohmatin • Minggu, 26 Juli 2020 | 04:23 WIB
Hitam dan Munculkan Bau Menyengat, Sungai Gude Ploso Dikeluhkan Warga
Hitam dan Munculkan Bau Menyengat, Sungai Gude Ploso Dikeluhkan Warga



JOMBANG – Sungai Gude Ploso  kembali dikeluhkan warga. Menyusul kondisi airnya menghitam dan menimbulkan bau busuk. Diduga akibat tercemar limbah.



Seperti pantauan koran ini Kamis (24/7), nampak permukaan air dipermukaan sungai menjadi hitam pekat. Selain itu, warga sekitar resah sebab bau menyengat yang ditimbulkan. Bahkan di titik salah satum dam, terlihat sebagian permukaan sungai dipenuhi sampah. ”Baunya sangat menyengat,” ujar Karno, salah satu warga sekitar.



Meski mengaku sangat terganggu dengan dampak bau, dia mengaku tak heran. Sebab, saluran ini menjadi jujukan pembuangan limbah pabrik, rumah tangga dan usaha pemotongan ayam. ”Kayaknya memang air ini sudah tercemar limbah,” beber warga Kecamatan Tembelang ini.



Ia menambahkan, kejadian ini sudah terjadi bertahun-tahun.  Dia tak menampik Pemkab Jombang sudah rutin membersihkan sampah di aliran sungai. Namun untuk penanganan limbah sepertinya belum pernah tersentuh. ”Memang sudah ada pembersihan sampah, tetapi untuk limbah belum. Karena sampai hari ini belum ada perubahan,” pungkasnya.



Sementara itu, Yuli Inayati, Kabid Wasdal Gakkum Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jombang tak menampik kondisi sungai Gude Ploso tercemar limbah. Dasi hasil pengecekan di lapangan, secara keseluruhan limbah tersebut dari pabrik gula. ”Kalau secara umum dari PG, kemarin DLH sudah mengambil sampel air,” ujarnya saat dikonfirmasi kemarin.



Dikatakannya, pihaknya sudah tiga kali mengambil sampel air di aliran sungai yang membentang dari wilayah Jombang - Tembelang. Ina menyebutkan, satu kali sebelum proses produksi dan dua kali setelah produksi. ”Jadi kita sudah mengambil dua kali sampel setelah produksi. Untuk hasil lab yang kedua ini masih belum keluar,” ungkapnya.



Saat disinggung hasil lab yang pertama, dirinya masih belum bisa menyampaikan. Hanya saja, dirinya menegaskan apabila hasil lab yang kedua sudah keluar pihaknya langsung memberikan rekomendasi. ”Untuk rekomendasinya menunggu hasil yang kedua ini keluar,” pungkas Ina.


Editor : Binti Rohmatin