JOMBANG – Menyambut kedatangan santri. Pengurus Pondok Pesantren (Ponpes) Tebuireng melakukan upaya pencegahan bahaya Covid-19. Salah satunya menyiapkan ruang karantina bagi santri.
Sedikitnya ada lima tempat karantina yang disediakan untuk menampung 578 santri yang kembali pada Senin (20/7) kemarin. Di antaranya, Pondok Putri Tebuireng, Ma'had Aly Tebuireng, Kampus Unhasy B, MTs Salafiyah Syafi'iyah, dan kompleks Pesantren Trensains Tebuireng ”Kita menyiapkan lima tempat karantina untuk santri,” ujar Iskandar, Kepala Pondok Putra Pesantren Tebuireng di lokasi kemarin.
Pantauan di lokasi, rombongan wali santri yang mengantar anaknya kembali ke pondok memadati Kawasan Makam Gus Dur sejak 08.00 WIB. Setiba di lokasi, pengurus pondok menyemprot barang bawaan santri dengan cairan disinfektan satu persatu.
Selain itu, para santri santri juga wajib melewati bilik disinfektan. Tak berhenti sampai di situ, pengurus juga melakukan skrining masing-masing santri dengan menunjukkan surat keterangan sehat bebas Covid-19.
Pengurus juga melakukan pemetaan wilayah untuk memudahkan pemantauan. Misal santri dari daerah Surabaya Raya, di antaranya wilayah Gresik, Sidoarjo dan Kota Surabaya dikarantina terpisah dengan santri dari daerah lain. ”Untuk santri dari Surabaya Raya kita tempatkan di MTs Salafiyah Syafi'iyah,” tambahnya.
Dijelaskan, disiapkannya banyak tempat untuk 578 santri utamanya untuk penataan. ”Sebetulnya tidak ada spesifikasi khusus, hanya untuk memudahkan pemantauan,” jelas dia.
Santri yang balik pada gelombang pertama kemarin, adalah kelas akhir atau kelas tiga. Dari total 900 lebih santri kelas akhir itu, hanya 60 persen yang kembali. Sisanya tak kembali karena rata-rata belum mendapat izin dari orang tua. ”Untuk yang belum kembali tetap kita lakukan pembelajaran daring,” jelas dia.
Santri yang tiba di pondok, selanjutnya akan diisolasi selama 10 hari. Kemudian akan dilakukan rapid test masal. ”Begitu selesai kita rapid test, kita lihat hasilnya dahulu kemudian kalau nonreaktif kita lanjutkan ke pondok masing-masing untuk mengikuti kegiatan pembelajaran,” tandasnya.
Sebelumnya, para pengurus dan pembina santri Pesantren Tebuireng lebih dulu kembali ke pondok (20/6) lalu. Mereka telah menjalani karantina selama 14 hari dan rapid test, serta pembekalan pengetahuan terkait adaptasi kebiasaan baru dalam pembinaan santri. ”Pengurus kita dahulukan sekitar satu bulan yang lalu, tentunya untuk menyambut santri yang datang hari ini,” pungkasnya.
Editor : Binti Rohmatin