JOMBANG - Selama pandemi pengunjung perpustakaan Mastrip Jombang menurun drastis. Jika sebelumnya rata-rata per hari antara 150-200 pengunjung, kini hanya sekitar 40-50 orang. Itupun hanya aktivitas pengembalian dan peminjaman buku saja, tidak dibaca di tempat.
“Memang diawal pandemi kami tidak menerima kunjungan dalam bentuk apapun. Baru setelah 15 Juni ada kelonggaran, boleh ada kunjungan tapi hanya untuk peminjaman buku, pengembalian buku, dan pembuatan kartu anggota,” ungkap Hadi Purwantoro, kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Jombang.
Menyusul persebaran Covid-19 di Jombang masih tinggi, hingga kini pengjunjung belum dibolehkan membaca di tempat, termasuk layanan internet sementara juga dihentikan. “Itu karena angka Covid-19 di Jombang belum turun dan khawatir risiko penularan di perpustakaan jika aktivitas dilakukan lebih padat,” bebernya.
Meski begitu, anggota tetap bisa membaca buku koleksi perpustakaan secara online. “Lebih disarankan untuk baca online di aplikasi epusdakab, tidak perlu datang ke tempat,” tambahnya.
Perpustakaan juga menggandeng beberapa pegiat literasi, dengan meminjamkan buku lebih banyak, dan bisa dibaca dan dipinjam masyarakat dengan cakupan yang lebih sempit. “Masyarakat masih bisa tetap membaca dengan aplikasi atau ke anggota kehormatan perpustakaan yang dapat meminjam buku lebih banyak dari yang seharusnya,” jelasnya.
Editor : Binti Rohmatin