JOMBANG – Jumlah penduduk Desa Plosokerep yang akan dikarantina secara masal ternyata cukup banyak, mencapai 150 jiwa.
Camat Sumobito Mustaghfirin menjelaskan karantina wilayah rencananya akan terfokus di satu RT. Tercatat ada 150 orang yang berada di RT 02/RW 04 Dusun Plososantren dan akan dibatasi mobilitasnya. Dari 150 warga itu diantaranya bayi dan anak-anak.
“Dari wacana terakhir kemarin rencananya yang dikarantina hanya satu RT,” terangnya. Pertimbangan itu disebut berkaitan dengan efektivitas karantina dan kemudahan pengawasan. “Biar tidak melebar, pertimbangannya juga terkait anggaran,” lanjut dia.
Dari data yang didapat Jawa Pos Radar Jombang, di RT 02 itu tercatat ada 49 KK dengan jumlah 20 balita, 20 lansia, satu ibu hamil, 10 ibu menyusui dan dua orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). “Jumlah total penduduknya 150 orang, rencananya mereka akan diawasi ketat, akses keluar masuk ditutup total,” tambahnya.
Selama karantina, seluruh kebutuhan dasar warga disebut Mustaghfirin juga akan dicukupi dari posko utama dan dapur umum. “Kita suplai sampai seluruhnya selesai. Selain itu ada vitamin juga obat-obatan yang dibutuhkan warga,” lontar dia.
Kendati demikian, terkait teknis hingga lama waktu karantina masih akan dibahas lebih lanjut. “Untuk teknisnya malam ini (kemarin, Red) akan dibahas bersama di pendopo, termasuk berapa lama dan pelaksanaannya seperti apa,” pungkas Mustaghfirin.
Editor : Binti Rohmatin