Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

MUI Jombang Imbau Warga Tak Tolak Pemakaman Jenazah Covid-19

Binti Rohmatin • Rabu, 15 April 2020 | 03:25 WIB
MUI Jombang Imbau Warga Tak Tolak Pemakaman Jenazah Covid-19
MUI Jombang Imbau Warga Tak Tolak Pemakaman Jenazah Covid-19

JOMBANG – Munculnya sejumlah kasus penolakan pemakaman jenazah kasus Covid-19 di sejumlah desa di Kabupaten Jombang membuat Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jombang angkat bicara. Ketua MUI Jombang KH Cholil Dahlan meminta masyarakat khususnya umat islam tak menolak jenazah Covid-19. 


”Kalau menolak berarti dosa besar, karena bagi jenazah pasien teridentifikasi Covid-19 untuk proses pemakaman kan ada prosedurnya sendiri. Yang dilakukan tenaga kesahatan sesuai dengan protokol penanganan pasien Covid-19,” ujar dia kepada sejumlah wartawan kemarin. 


Menurutnya, untuk pemakaman pasien Covid-19 sudah ada tim kesehatan yang menangani mulai memandikan hingga memakamkan. Menurutnya, tindaknya menolak pemakaman jenazah yang terpapar Covid-19 melanggar tak sejalan dengan ajaran agama. ”Karena salah satu kewajiban seorang muslim jika yang meninggal sesama iman, maka wajib hukumnya untuk merawat dalam arti pertama memandikan, kemudian mengafani dan terakhir memakamkan. Namun dalam kasus ini kan dilakukan tim kesehatan,” tambahnya. 


Disinggung mengenai munculnya penolakan warga seperti di Kecamatan Mojowarno beberapa waktu lalu, dia mengatakan jika hal itu kejutan psikologis masyarakat atas pandemi Covid-19. ”Itu memang kejutan psikologis, saking khawatirnya umat di tengah pandemi ini,” pungkasnya. 


Seperti diketahui, sejak kasus Covid-19 muncul di Jombang total ada tiga pasien yang meninggal. Pertama satu PDP asal Kecamatan Ploso, dan dua ODP dari Kecamatan Wonosalam dan Sumobito. 


Seperti diberitakan sebelumnya, jenazah RY, 43, harus terkatung-katung sekitar 12 jam di dalam mobil ambulans. Menyusul aksi sejumlah warga menolak kedatangan jenazah. Warga khawatir jenazah bersinggung dengan virus korona.


Teguh Santoso,50, sopir ambulans mengatakan, Selasa (7/4) dia membawa jenazah dari RS Muji Rahayu Surabaya untuk di makamkan di Jombang. ”Jenazah asal Sragen, Jawa Tengah cuma rumah ibunya di Jombang,” bebernya. 

Editor : Binti Rohmatin