JOMBANG - Komedi sebenarnya bukan domain M Shuluhil Amin, pemuda Desa Gedangan, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang yang viral lewat konten video di Youtube. Ia berangkat dari seni teater. Lewat pertemuannya dengan pelawak senior Jatim asal Nganjuk Cak Silo, jalan hidup Ukil, sapaan akrabnya, berubah drastis.
Tahun lalu, sebuah kesempatan besar datang kepada Ukil untuk masuk ke BBS TV, salah satu stasiun TV lokal di Surabaya. Berbekal pengalaman melintang di sejumlah komunitas teater, ia mencoba peruntungan. Ditambah pengalamannya bergabung dengan rumah produksi Tebuireng, yang dijalani Ukil mulai Agustus 2018 dalam proses pembuatan film Sakinah.
Ukil juga pernah ikut menjadi pemeran dalam Jejak Langkah Dua Ulama, film yang digarap rumah produksi Tebuireng bersama LSBO PP Muhammadiyah. “Pada saat itulah saya bertemu dengan Cak Silo, lawan akting dalam video yang viral di Youtube,” kata Ukil.
Pertemuan itu terjadi dalam Pengadilan Rakyat, sebuah program acara di TV. ”Saya berduet, sekaligus berguru dengan Cak Silo sampai sekarang. Tapi konten Youtube itu di luar program TV, murni kegiatan saya dan Cak Silo secara pribadi,” tambahnya. Ukil menceritakan, ide membuat konten video bergenre komedi di Youtube muncul karena dua hal.
Pertama, anak dari Cak Silo memiliki sebuah channel di Youtube namun belum banyak konten yang terunggah. “Channel itu sudah lama ada, namanya Nano Bukan Permen. Subscribe juga lumayan, tapi belum maksimal dalam produksi kontennya,” ujar Ukil.
Alasan kedua, baik Ukil maupun Cak Silo, sama-sama ingin menciptakan konten video yang berbeda di Youtube. “Youtube isi videonya ya begitu-begitu saja, saya pun diajak Cak Silo bikin video komedi,” tambahnya. Sejumlah konten yang sudah selesai produksi pun diunggah ke Youtube melalui channel.
Seperti judul Cak Silo Jualan Pentol, Diborong Andik Vermansyah KW Malah Marah-Marah, yang kemudian viral di sejumlah media social seperti Facebook dan Instagram. Hingga kemarin (6/4), video itu sudah ditonton sebanyak 842 ribu kali. Beragam komentar dari penggunapun bermunculan, paling banyak memberi apresiasi karena cerita yang disajikan menghibur.
“Dialog dalam video itu tidak memakai naskah, semuanya improvisasi. Ide cerita juga dari Cak Silo sendiri. Disini saya belajar banyak dari Cak Silo,” imbuhnya. Selain itu, proses produksi juga menggunakan alat seadanya.
“Hanya saja lokasi syutingnya di Nganjuk,” katanya. Ukil menyatakan dirinya dan Cak Silo sejak awal tidak memiliki niat untuk cari uang dari konten yang diunggah ke Youtube. “Tapi kalau misalnya ada (uang), Cak Silo sebagai pimpinan produksi meminta dibagi secara adil,” pungkasnya. (*)
Editor : Binti Rohmatin