Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Tak Takut Pedas, Hama Tikus di Jombang Juga Makan Tanaman Cabai

Binti Rohmatin • Rabu, 29 Januari 2020 | 20:14 WIB
Tak Takut Pedas, Hama Tikus di Jombang Juga Makan Tanaman Cabai
Tak Takut Pedas, Hama Tikus di Jombang Juga Makan Tanaman Cabai


JOMBANG - Serangan hama tikus di Jombang masih menjadi momok petani. Tidak hanya menyerang tanaman padi dan jagung. Hama tikus juga menyerang tanaman cabai di Dusun Segunung, Desa Jombok, Kecamatan Kesamben. Tak ingin merugi besar, petani terpaksa memanen dini tanaman cabai.


Eko Dwi Wibowo ,39, salah satu petani cabai di Dusun Segunung mengatakan, tanaman cabai seluas 2.800 meter persegi miliknya ini diserang tikus. Akibat serangan itu, tanaman cabai rawit siap panennya miliknya banyak yang mati.


Tikus-tikus tersebut mencacah bagian batang cabai yang mulai berbuah, termasuk bagian cabai yang mendekati masa panen. ”Ini yang dimakan tikus itu bijinya. Jadi buahnya, terus bijinya juga dimakan,” ujarnya.


Dikatakan Eko, serangan hama tikus ini sudah terjadi selama 2 tahun terakhir. Untuk mengatasi serangan tikus, ia bersama petani lainnya selalu berburu tikus menggunakan senapan angin dan juga memberi racun tikus.


Perburuan tikus lanjut Eko, biasanya dilakukan para petani di wilayahnya sejak sore hingga malam hari. ”Kurang lebih sekitar 30 hektare sawah yang terserang hama tikus,” terangnya.


Akibat serangan tikus tersebut, Eko terpaksa harus memanen cabainya lebih awal. Keputusan itu terpaksa dia ambil guna menghindari potensi kerugian yang lebih besar. ”Ini kalau normal bisa panen hingga 8 kuintal. Karena hama ini, turun hingga 70 persen. Yang bisa dipanen hanya 30 persen,” bebernya.


Sementara, Suyono ,63, petani lain juga mengalami hal yang sama. Dikatakannya, kerugian lantaran tanaman cabainya digerogoti tikus. Kondisi tanaman cabai miliknya sudah terlihat banyak yang mengering.


Suyono memilih memanen cabai yang masih hijau karena takut keburu habis dimakan hama tikus. ”Ini tidak bisa merah. Kalau sudah tua, pasti dimakan tikus. Makanya masih hijau kita panen” katanya.


Akibat hasil panen yang didapat tidak maksimal, dia pun mulai terbayang potensi kerugian yang ditaksir mencapai jutaan rupiah. ”Biayanya ini mencapai Rp 8 juta. Sedangkan ini kita panen baru dapat Rp 4 juta,” pungkasnya. (*)

Editor : Binti Rohmatin