Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Atap Gedung MI Salafiyah Syafi’iyah yang Ambruk Ternyata Milik Yayasan

Binti Rohmatin • Minggu, 26 Januari 2020 | 20:44 WIB
Atap Gedung MI Salafiyah Syafi’iyah yang Ambruk Ternyata Milik Yayasan
Atap Gedung MI Salafiyah Syafi’iyah yang Ambruk Ternyata Milik Yayasan

JOMBANG – Ambruknya atap perpustakaan MI Salafiyah Syafi’iyah di Dusun/Desa Jatirejo, Kecamatan Diwek mendapat respons Kemenag Jombang. Bangunan tersebut murni milik yayasan sehingga tidak masuk daftar madrasah Kemenag. 


Arif Hidayatullah Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Jombang menjelaskan, bangunan MI Salafiyah Syafi’iyah yang ambruk tak masuk dalam kewenangan pihaknya. Sehingga dia tidak mengetahui kapan pembangunan lantai dua yang digunakan untuk perpustakaan tersebut. “Itu kan swasta, mungkin masyarakat sendiri,” katanya kemarin (24/1).


Dari keterangan yang dia terima dari pihak sekolah, sebelumnya kondisi bangunan memang sudah rusak. “Jadi mau diperbaiki, makanya tidak dipergunakan. Karena sudah rusak, dicarikan pekerja ternyata sudah keburu ambruk,” ungkapnya. Lantaran milik swasta murni itulah maka tak ada bantuan yang diberikan. 


“Kalau dari Kemenag tidak ada, rencananya kita galang dana dari madrasah. Karena swasta, ya intinya nanti membantu,” terang dia. Dia lantas menjelaskan bantuan rehab hanya bisa diperuntukkan MI negeri. “Jadi tidak ada anggaran khusus dari kita, karena madrasah swasta dan milik yayasan. Kalau negeri memang ada anggaran dari pusat,” tegas Arif. 


Terpisah, Masud Zuremi, Ketua DPRD Jombang meminta kepada pemkab mempunyai data sekolah yang membutuhkan perhatian lebih. “Ini sering kami sampaikan untuk sekolah baik SD, MI, SMP, MTs negeri swasta harus dilakukan pendataan, mana yang membutuhkan perbaikan segera,” ujarnya kemarin (24/1). 


Jangan sampai, setelah bangunan roboh baru mendapat perhatian dan perbaikan. ”Seperti itu sangat membahayakan, untung pada waktu kejadian tidak ada korban jiwa. Kalau ada bagaimana,” ungkapnya. Untuk itu, pihaknya meminta dengan tegas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) maupun Kemenang Jombang segera melakukan pendataan ke masing-masing sekolah.


”Kalau bisa pendataan dilakukan secepatnya, apabila memang sekolah rusak parah pengganggaran harus diprioritaskan,” tegasnya. Bila sekolah rapuh tidak segera dilakukan penanganan, selain membahayakan, kegiatan belajar mengajar juga tidak bisa maksimal. ”Bagaimana bisa maksimal kalau guru maupun murid was was bangunannya akan roboh. Kami berharap kejadian seperti ini tidak terulang kembali ke depan,” pungkas Masud.


Seperti diberitakan sebelumnya, Diduga karena lapuk, atap ruang perpustakaan MI Salafiyah Syafi’iyah di Dusun/Desa Jatirejo, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang ambruk, pagi kemarin (23/1). Beruntung tidak ada korban dalam insiden ini karena semua siswa sedang belajar di dalam kelas.


Ruang perpustakaan yang ambruk itu berada di lantai dua. Sisa reruntuhan atap nampak masih berada di dalam ruangan. Genting hingga kayu berserakan memenuhi ruangan. Sehingga buku beserta alat peraga pendidikan tertimbun reruntuhan atap.


Kondisi itu diketahui setelah hampir seluruh atap ambruk, dan hanya menyisakan sebagian genting. Beton pilar pun nampak sudah tak tersisa. Ambruk beserta material lainnya. Kerangka atap nampak tak ada lagi, karena seluruhnya sudah berada di bawah. Sebagian kayu tercecer di halaman sekolah. (*)

Editor : Binti Rohmatin