Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Berdiri Sejak 1994, Pasar Tunggorono Khusus Jual Barang Bekas

Binti Rohmatin • Senin, 20 Januari 2020 | 23:41 WIB
Berdiri Sejak 1994, Pasar Tunggorono Khusus Jual Barang Bekas
Berdiri Sejak 1994, Pasar Tunggorono Khusus Jual Barang Bekas

JOMBANG – Di Pasar Tunggorono hampir segala jenis barang bekas bisa ditemukan. Mulai kendaraan, perabotan rumah hingga benda-benda bekas pakai.


Pasar ini sangat mudah ditemukan, selain lokasinya berada di pinggir jalan nasional, pasar ini juga ditandai dengan kios-kios yang menjajakkan puluhan onderdil bekas motor hingga besi tua di bagian depannya.


Masuk ke dalam pasar, kondisi pasar ini terlihat makin penuh, terlebih saat pagi hari. Di jalan tengah pasar, sejumlah pedagang lesehan biasa menggelar dagangannya di halaman pasar. Handphone bekas, obat, jamu, hingga, sepeda bekas memenuhi jalan ini. Sejumlah penjual barang kuno dan antik juga ditemukan di areal lesehan ini.


Di sekelilingnya, pedagang barang bekas lainnya juga  menghuni kios. Dari empat deret bangunan kios kayu, seluruhnya menjual benda-benda loak yang berbeda-beda, mulai onderdil sepeda motor, alat pertanian, hingga rongsokan elektronik.


Pemandangan berbeda juga bisa dilihat pada deret kios sebelah barat. Di sini, benda loak yang dijual kebanyakan berupa onderdil mobil dan truk. Gir, per, hingga mesin-mesin berkarat terlihat menumpuk di puluhan kios di areal barat.


“Memang begitu, kalau di depan sama tengah ini kebanyakan onderdil sepeda motor, kalau yang timur itu mobil, ada elektronik juga, kalau yang timur ini pasar sayur,” terang Jumari, 59, salah satu pedagang.


Pasar yang sudah ada sejak 1994 ini, disebutnya memang sudah sejak berdiri jadi sentranya perdagangan barang loak di Jombang. “Dulu malah belum ada kios begini, masih los saja, cuma ada atap sama lantai semen saja. Cuma memang dari awal jualannya ya loak semua, dan sudah terkenal ke-mana-mana ini,” lanjutnya.


Menurutnya, hampir seluruh barang bekas bisa ditemukan di pasar ini. Mulai dari onderdil mesin, alat rumah tangga hingga benda-benda elektronik yang mungkin sudah sulit dicari di pasaran. “Karena itu banyak juga orang luar kota seperti Nganjuk, Kediri, Tulungagung itu mencarinya ke sini biasanya,” tambahnya.


Untuk bisa berbelanja dan berburu barang loak di pasar ini, juga tak perlu bangun pagi buta. Pasar Loak Tunggorono, biasa beroperasi mulai pukul 08.00 hingga sore hari. “Jadi tidak seperti pasar sayur, di sini bukanya seperti jam kerja saja,” pungkas pedagang onderdil ini.


Umumnya, barang yang diperjualbelikan di areal pasar Tunggorono merupakan barang bekas alias habis pakai. Karena itu, pembeli yang datang dan berbelanja, harus benar-benar teliti memilih barang, dan yang pasti harus jago menawar.


“Tidak semua di sini barang bekas, seperti pisau dan golok itu ada juga yang baru, beberapa penjual onderdil sepeda motor juga. Cuma memang pasti lebih banyak barang bekasnya,” ucap Arumini, 53 pedagang yang lain.


Karenanya, ia menyebut pembeli yang datang harus benar-benar pintar memilih barang yang akan dibelinya. Terlebih jika barang yang dibeli adalah barang bekas. “Teliti ya harus, jelas itu, harus dilihat apakah benar-benar bagus dulu dan cocok sama pilihan,” lanjutnya.


Selain itu, Pasar Tunggorono hingga kini dipilih banyak orang juga karena harga barang yang cukup miring. Ya, dengan sejumlah barang bekas pakai, membuat produk yang dijual di pasar ini tentu bernilai jual lebih rendah.


Namun, pedagang yang telah berjulan selama 20 tahun ini menyebut, untuk mendapat harga yang murah, pembeli harus cermat menawar. “Yang jelas harus pintar menawar, karena beberapa pedagang memang menetapkan harga pas, tapi banyak juga yang harus ditawar dulu. Semakin jago menawar, biasanya harganya juga semakin murah,” pungkasnya. (*)

Editor : Binti Rohmatin