Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Di Warung Milik Panti Asuhan Ini, Makan Sepuasnya Bayar Seiklasnya

Binti Rohmatin • Selasa, 31 Desember 2019 | 18:59 WIB
Di Warung Milik Pantu Asuhan Ini, Makan Sepuasnya Bayar Seiklasnya
Di Warung Milik Pantu Asuhan Ini, Makan Sepuasnya Bayar Seiklasnya

JOMBANG - Umumnya panti asuhan akan menerima uluran tangan donatur atau siapa saja yang ingin bersedekah. Sebaliknya, panti asuhan anak berkebutuhan khusus Ummul Mahmudatul Azhar, justru ada kegiatan berbagi. Dengan membuka warung dadakan yang pembayarannya bergantung pembeli.


Rata-rata, menu yang disajikan sederhana laiknya menu yang disiapkan sehari-hari di rumah. Mulai lele goreng, bali ayam, telur mata sapi, perkedel, dadar jagung, lapis daging, capjay, sayur lodeh, sayur sop, pindang semur, lontong sayur, orek tempe kemangi, oseng jamur, dan sambel, kerupuk.


Tak hanya makanan, beberapa minuman juga tersedia seperti pink lava, air mineral dan kolak nangka. Baca doa sebelum makan. Pesan singkat penuh makna itu selalu terpasang. Dengan harapan, pengunjung yang datang ke warung dadakan ini tidak hanya sekedar makan. Tapi bisa mengawali dengan doa terlebih dahulu agar semua membawa keberkahan, baik yang makan maupun anak-anak panti.


“Alhamdulillah selama ini tidak pernah merasa rugi, bahkan lebih dari cukup,” kata Ustad Hariyanto, pengasuh panti asuhan Ummul Mahmudatul Azhar. Ia menyampaikan, warung dadakan itu dibuka setiap Minggu berbarengan dengan acara CFD (Car Free Day). Karena sejak awal sudah diniati untuk berbagi sesama, maka harga jual makanan tidak ditentukan. 


Pengunjung yang melintas bisa makan sepuasnya dengan pilihan menu yang sudah tersedia. Disaat mereka bayar pun tidak ditentukan harus mengeluarkan kocek berapa. Terserah pembeli mau membayar berapa, asalkan ikhlas atau tidak terpaksa. Tapi rata-rata, pembeli yang datang sudah memahami harga menu yang dijual. “Cukup bayar seiklasnya,” jelasnya.


Padahal, di panti asuhan anak berkebutuhan khusus ini sedikitnya ada 48 anak yang dirawat dengan berbagai tingkat usia. Bahkan tak sedikit yang dirawat mulai baru lahir, dengan kondisi kelahiran yang tidak diinginkan. Semisal ditemukan di kebun tebu, diletakkan dalam kardus, yang di sekeliling kardus itu sudah dikeliling minyak oil. Mungkin harapan si pembuang bayi, agar bayi di dalam kardus tidak dimakan semut lantaran ditinggal di kebun tebu.  


Anak-anak berkebutuhan khusus itu rata-rata tidak diinginkan pihak keluarga, atau mungkin belum siap dengan kehadiran anggota keluarga yang memiliki kekurangan secara fisik dan mental. Selain tuna rungu (tidak bisa mendengar), tak sedikit dari mereka yang mengalami tuna daksa (memiliki gangguan gerak karena bawaan atau kecelakaan) dan tuna grahita (memiliki kemampuan dibawah rata-rata). “Ya begini anak-anak berkebutuhan khusus, kalau dikasih tahu ada tamu yang akan datang langsung senang, sudah terbayang hidangan yang akan dimakan,” tuturnya. 


Meski berkebutuhan khusus, anak-anak ini juga tetap mengenyam pendidikan luar biasa. Sehingga setiap hari dilakukan antar jemput sekolah. Dari jumlah anak-anak berkebutuhan khusus yang dirawatnya, ia tak memungkiri bila perlu penambahan asrama. Sebab, semakin hari, anak-anak tumbuh menjadi remaja sehingga harus dipisah antara laki-laki dengan perempuan.  


“Saat ini kita sedang membangun asrama anak-anak dan masjid, jadi yang dibutuhkan bahan-bahan material,” pungkas Hariyanto. (*)

Editor : Binti Rohmatin