Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

PLN Jombang Sebut Pemadaman Terjadi Akibat Travo Gardu Induk Rusak

Binti Rohmatin • Kamis, 4 April 2019 | 03:02 WIB
PLN Jombang Sebut Pemadaman Terjadi Akibat Travo Gardu Induk Rusak
PLN Jombang Sebut Pemadaman Terjadi Akibat Travo Gardu Induk Rusak

JOMBANG - Padamnya listrk di Jombang kota dan sekitarnya diakui Manager PLN ULP Jombang Yanuar Farid Habibi. Pemadaman berlangsung hingga 12 jam, mulai Senin sore (1/4) hingga kemarin pagi. Penyebabnya, kerusakan material travo di Gardu Induk Jombang di Desa Tunggorono, Kecamatan Jombang.


“Jadi pemadaman itu mulai Senin sekitar 16.30 sampai tadi pagi (kemarin pagi, Red). Untuk wilayah Jombang ada beberapa dan di daerah Gudo serta Ngoro juga ada,” kata Yanuar dikonfirmasi kemarin (2/4).


Dijelaskan, untuk pemadaman di wilayah Jombang kota memang tak menyeluruh. Beberapa aliran listrik yang padam di beberapa titik. Di antaranya Sumbermulyo, Tunggorono, Kwijenan hingga Desa Jelakombo dan Desa Pulolor. “Yang padam total sampai 12 jam selain di Jombang itu ada wilayah Diwek, seperti Plandi, Bandungkencur dan sekitarnya,” sebut dia.


“Jadi ada material di travo Gardu Induk jombang yang rusak. Untuk detailnya peralatan apa yang rusak, saya nggak paham, karena beda divisi. Pokoknya ada material yang rusak,” imbuh dia. Meski kemarin pagi seluruh wilayah sudah kembali normal, menurut Yanuar pemadaman tetap dilakukan Selasa  (2/4) kemarin. Karena perbaikan yang sudah dilakukan belum kelar seluruhnya.


“Besok (hari ini) ada pemadaman lagi, sekarang kita masih mengotak-atik mana saja. Biar tidak seperti tadi malam mati total,” ungkap dia. Material yang rusak lanjut dia, akan diganti. Dijadwal perbaikan dilakukan selama delapan jam. “Mulai sekitar pukul 08.00-16.00 idealnya seperti itu. Kalau tidak ada kendala ya delapan jam. Makanya karena ada perbaikan kita padamkan lagi,” ungkap dia. 


Meski dijadwal selama delapan jam, dia tak berani memastikan apakah pemadaman berlangsung selama itu atau justru lebih. “Yang jelas kita petakan lagi, dan giliran. Tidak mati total seperti kemarin,” sambung Yanuar.


Adanya pemadaman itu juga berdampak pada UNBK SMA yang kini masih berjalan. Meski perbaikan dilakukan saat libur sekolah, menurut dia, pihaknya tetap melakukan antisipasi. “Jadi sebelum UNBK ini mulai kita sudah ke dinas terkait kesiapan PLN, kita mendukung ujian SMP dan SMA/SMK. Karena untuk pemeliharaan terencana semua kita pending terlebih dahulu selama ujian berjalan. Hanya ketika ada gangguan itu yang tidak bisa diprediksi, tapi tetap kita ingatkan sedia genset,” pungkas Yanuar. (*)

Editor : Binti Rohmatin