Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Kunjungi Tebuireng, Menhan Ryamizard Ryacudu Minta Santri Jaga NKRI

Binti Rohmatin • Sabtu, 16 Maret 2019 | 16:19 WIB
Kunjungi Tebuireng, Menhan Ryamizard Ryacudu Minta Santri Jaga NKRI
Kunjungi Tebuireng, Menhan Ryamizard Ryacudu Minta Santri Jaga NKRI

 JOMBANG – Menteri jajaran Kabinet Kerja satu persatu berkunjung ke Ponpes Tebuireng Jombang. Kemarin (15/3) giliran Menteri Pertahanan (Menhan) Jendral TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu yang berkunjung untuk sowan ke Gus Solah dan berziarah ke makam Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur. 


Kehadiran Menhan ini sekaligus mengisi ceramah bela negara di depan ribuan santri Ponpes Tebuireng. Di depan santri, Menhan mengingkatkan santri harus menjadi garda terdepan dalam  menjaga keutuhan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). 


"Para ulama dan santri semua yang hadir lahir dari keturunan para pejuang dan patriot Bangsa Indonesia. Saudara semua juga adalah pewaris utama kemurnian nilai-nilai Pancasila," kata mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) itu.


Ia menyebut, peran ulama dan santri sangat penting dalam menjaga keutuhan NKRI. ”Kalau para ulama dan para santri tidak melaksanakan bela negara dan tidak membela Pancasila serta UUD 1945, maka saudara telah menjadi pengkhianat kepada bangsa ini," tegas Ryamizard. 


Dalam kesempatan itu Menhan juga menjelaskan tentang ancaman yang dapat mengganggu keutuhan Bangsa Indonesia, yakni ancaman nyata dan acaman belum nyata (berbentuk fisik). Disamping dua ancaman tersebut, perlu diwapadai ancaman non-fisik, yaitu ancaman terhadap mindset.  Ancaman ini dentik dengan mengubah pemahaman ideologi negara Pancasila atau yang populer dengan istilah perang modern atau proxy war. 


”Ancaman ini berbentuk kekuatan soft power, yang berupaya untuk merusak jati diri Bangsa Indonesia melalui pengaruh kehidupan ideologi asing yang beraliran materialisme," pungkasnya. (*)

Editor : Binti Rohmatin