JOMBANG – Namanya Matroji, 41, warga asal Dusun Pekunden, Desa Kademangan, Kecamatan Mojoagung. Pria yang sehari-harinya menjalankan mainan odong-odong mengaku terinspirasi dari tayangan di media sosial. ”Kebetulan saya lihat tayangan di medsos, mewarnai di atas styrofoam banyak diminati anak-anak,” bebernya kepada Jawa Pos Radar Jombang.
Berangkat dari situ, dirinya pun tergerak untuk mengembangkannya ke Jombang. Dirinya pun mempelajari bahan-bahan yang dibutuhkan untuk melukis. ”Ternyata tidak terlalu ribet, modalnya juga tidak terlalu besar, hanya butuh menyediakan styrofoam, cat air dan tempat pajangan,” bebernya.
Setelah bahan-bahan siap, dirinya hanya perlu memilih sketsa lukisan menyesuaikan dengan segmen pasar. ”Paling banyak konsumen dari kalangan anak-anak, terkadang ada juga beberapa remaja,” imbuhnya.
Dari potongan styrofoam besar, dirinya tinggal memotongnya menjadi potongan balok-balokan kecil. Selanjutnya, disablon sesuai dengan sketsa yang dipilih. ”Jadi sudah ada sketsa di styrofoam, tinggal anak-anak mewarnai dengan cat air yang sudah disediakan,” imbuhnya.
Karena segmennya anak-anak, dirinya pun banyak memilih konsep mengikuti dunia anak. ”Paling banyak konsep robot, terus hewan, mobil termasuk konsep-konsep lainnya,” bebernya.
Tidak disangka, usaha sampingannya banyak diminati anak-anak. ”Katanya bisa sebagai media bermain dan belajar, bisa mengasah imajinasi anak,” imbuhnya.
Sebagai tempat, dirinya memanfaatkan area kosong di halaman Pasar Mojoagung. Dirinya cukup memajang sketsa gambar dan anak-anak bisa mewarnai seolah-olah menikmati melukis di atas kanvas.
Untuk jasa ini, Matroji hanya memasang tarif sekitar Rp 8 ribu. ”Itu untuk mengganti biaya cat air, pembelian styrofoam dan sablon. Sebab, setelah mewarnai konsumen bisa membawa pulang hasil karyanya,” imbuhnya.
Seiring banyaknya peminat permainan ini, sejumlah warga lainnya pun mulai banyak yang tertarik. ”Sekarang banyak yang ikut, tidak hanya siang, kalau malam malah ramai, khususnya libur pekan,” bebernya.
Rata-rata dalam sehari, konsumennya bisa mencapai sekitar sepuluh anak, di waktu-waktu tertentu bisa mencapai puluhan. ”Kalau hari-hari libur, ramai peminatnya mas, jadi hasilnya juga lumayan,” singkat Matroji. (*)
Editor : Binti Rohmatin