JOMBANG - Musim durian tahun ini cukup dirasakan petani durian di Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang. Hasil panen cukup melimpah, namun harga relatif tetap mahal, apalagi durian jenis bido.
Manisnya harga buah durian ini dirasakan Sampiyo, salah satu petani durian asal Dusun Sumber, Desa/Kecamatan Wonosalam. Saat ditemui Jawa Pos Radar Jombang, Sampiyo sedang bersiap menuju kebun miliknya. Dengan membawa pisau dan karung, langkah kaki Sampiyo langsung menuju puluhan pohon durian miliknya.
Tak membuang waktu, Sampiyo langsung menuju salah satu pohon durian yang berbuah sangat lebat. Satu per satu durian diambil dari tali rafia yang diikatkan ke batang pohon agar durian tidak jatuh. Dengan jeli, Sampiyo tahu mana durian yang sudah matang dan belum.
”Memang untuk bulan-bulan ini sudah memasuki musim durian,” ujarnya sambil memilih durian yang matang. Durian yang sudah matang tersebut langsung dimasukan ke dalam karung yang sudah disiapkannya. Setelah durian terkumpul dan dimasukan ke dalam karung, lantas dirinya langsung membawa pulang.
”Ini nanti sudah ada yang mengambil, kadang-kadang saya juga jual sendiri. Karena saya juga sudah punya langgan sendiri,” ungkapnya. Sampiyo mengaku, pada musim durian ini sudah meraup untuk puluhan juta rupiah. Bagaimana tidak, pohon durian yang baru ditamannya kurang lebih lima tahun yang lalu berbuah sangat banyak.
”Saya setiap dua hari panennya, bisa menghasilkan 300 buah dari 15 pohon,” ungkapnya. Di kebunnya cukup banyak jenis durian. Mulai dari durian lokal, simas dan durian yang paling diburu yakni durian bido karena memiliki rasa manis pahit, daging yang tebal dan pulen.
”Memang yang paling diburu durian bido, karena ada ciri khas sendiri. Sehingga kebanyakan masyarakat suka dengan durian bido,” katanya. Untuk bisa menikmati durian Wonosalam, para penikmat durian harus menyiapkan uang antara Rp 25 ribu sampai Rp 50 ribu per buah untuk jenis local, dan Rp 60 ribu sampai Rp 150 ribu perbuah untuk jenis bido.
Tidak hanya penikmat dari Kabupaten Jombang saja, para pemburu durian dari luar Jombang juga banyak yang berburu durian khas Wonosalam ini. Terbukti dengan, banyaknya kendaraan plat luar Jombang lalu lalang. ”Pembeli memang banyak juga yang dari Mojokerto, Surabaya dan Gresik,” ungkapnya.
Seperti Agus salah satunya, pria asal Surabaya tersebut rela jauh-jauh menuju Wonosalam hanya ingin mencicipi nikmatnya durian bido. ”Memang saya kalau musim durian suka ke Wonosalam, sembari mengisi liburan dengan keluarga juga. Disini suasananya sejuk,” katanya.
Tidak hanya langsung memakan secara langsung buah durian tersebut. Dirinya juga suka dengan olahan durian seperti ketan durian. ”Ketan durian di Wonosalam juga sangat enak, kami selalu membelinya,” pungkasnya. (*)
Editor : Binti Rohmatin