Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Situs Gunung Pucangan Ramai Didatangi Caleg Jelang Pemilu 2019

Binti Rohmatin • Kamis, 31 Januari 2019 | 01:36 WIB
Situs Gunung Pucangan Ramai Didatangi Caleg Jelang Pemilu 2019
Situs Gunung Pucangan Ramai Didatangi Caleg Jelang Pemilu 2019

JOMBANG - Semakin dekat pelaksanaan pemilihan umum legislatif pada April 2019, direspon para calon legislator (caleg) dengan mendatangi tempat keramat. Selain berziarah, di tempat keramat itu mereka juga berdoa agar diberi kemudahan sehingga lolos sebagai anggota dewan.


Salah satu lokasi yang dianggap keramat dan dikunjungi para caleg adalah kawasan wisata situs Gunung Pucangan. Tempat keramat ini berada di Desa Cupak, Kecamatan Ngusikan, Kabupaten Jombang.


Gunung Pucangan sendiri merupakan kawasan situs sejarah yang konon pernah dikunjungi Airlangga, Raja Kerajaan Kahuripan yang memerintah sejak tahun 1009 sampai 1042 M.


Gunung pucangan juga dianggap keramat karena terdapat makam yang diyakini sebagai Dewi Kili Suci atau Sangramawijaya Tunggadewi, putri Raja Airlangga.


Sementara caleg yang datang bukan hanya dari partai dengan latar belakang ideologi nasionalis, tapi juga dari partai dengan ideologi agama. Tidak sendirian, biasanya mereka dating dengan diikuti belasan pendukung.


Juru kunci makam Gunung Pucangan, Subawi, menyebut caleg yang datang tidak hanya dari wilayah Kabupaten Jombang. “Banyak juga yang dari luar daerah,” ungkapnya.


Mereka yang berasal dari luar daerah juga tidak hanya caleg untuk DPRD kabupaten, melainkan juga DPRD provinsi dan DPR RI. Para caleg yang datang ke Gunung Pucangan dengan hajat khusus, biasanya melapor dulu ke juru kunci.


Selain untuk sowan, mereka juga sekaligus minta bantuan memimpin doa. Warga setempat atau pengunjung lain di Gunung Pucangan juga biasanya diajak ikut acara doa bersama.


Selain hari-hari biasa, namun ada juga yang datang di hari khusus seperti malam Jumat Legi. Mereka akan menginap semalam di pelataran pendopo makam Dewi Kilisuci.


Malam Jumat Legi dalam tradisi masyarakat Jawa memang dianggap waktu keramat dan sakral. “Tapi ada juga yang datang di hari biasa, seperti yang terjadi hari ini (kemarin),” lanjutnya. Selain datang dengan ditemani pendukung, para caleg juga kerap membawa ubo rampe atau sesajen yang dipakai kenduri.


Ubo rampe itu terdiri dari berbagai macam isi. Paling utama nasi tumpeng lengkap dengan ingkung ayam sebagai lauk pauk. Sesaji ini dimaknai sebagai lambang kemakmuran dan kesejahteraan.


Selain tumpeng, ada pelengkap lain yang juga dijadikan sesajen. Diantaranya, cengkir atau buah kelapa hijau yang masih muda, bunga-bungaan, dan jajan pasar.


Lebih dari itu, para caleg yang datang di makam Gunung Pucangan mengaku juga punya tujuan lain. Salah satu yang paling utama adalah silaturrahim dengan masyarakat di sekitar makam.


“Paling utama tujuannya ziarah, tapi ini juga kesempatan untuk bertemu dengan masyarakat. Karena tujuan saya maju dalam pemilu niatnya membantu masyarakat,” pungkas salah satu caleg. (*)

Editor : Binti Rohmatin