Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Jarang Dikunjungi, Situs Umpak di Grobogan Mojowarno Kian Merana

Binti Rohmatin • Senin, 21 Januari 2019 | 01:51 WIB
Jarang Dikunjungi, Situs Umpak di Grobogan Mojowarno Kian Merana
Jarang Dikunjungi, Situs Umpak di Grobogan Mojowarno Kian Merana


JOMBANG - Beberapa situs peninggalan sejarah di Jombang tampaknya mulai sepi pengunjung. Salah satunya terlihat di situs umpak yang berada di Desa Grobogan, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang.


Namun meski jarang dikunjungi warga, kondisi sekitar area situs masih terawat dan terlihat bersih. Pagar pembatas yang dipasang mengelilingi umpak juga nampak seperti baru saja dibangun.


Khusnul Khotimah juru pelihara (jupel) situs umpak mengakui, keberadaan situs yang jarang dikunjungi orang sudah lama. “Memang dari dulu seperti itu sepi, pengunjungnya tidak banyak seperti situs yang lain,” katanya membuka pembicaraan.


Umpak peninggalan Kerajaan Majapahit itu menurut Khusnul merupakan salah satu situs peninggalan sejarah di Jombang. Selain umpak, terdapat batu bata berukuran besar yang lokasinya tak jauh dari lokasi umpak. Meski demikian, masih ada satu dua orang warga yang sengaja berkunjung ke lokasi umpak.


Kedatangan warga itu biasanya karena hendak mempunyai hajat atau kegiatan tertentu. “Kalau pun ada biasanya orang yang mau punya hajat, ada sunatan dan mantu,” tutur dia. Beragam ritual pun terlihat. Seperti beberapa barang yang ditinggal, mulai sesajen di sekitar umpak.


“Mereka naruh cokbakal (sesajen) seperti telur, bungan-bung, dan dom bundel. Pagi biasanya baru tahu habis itu ya saya buang semua,” sebutnya. Untuk kegiatan penelitan atau keilmuan lain, disebut dia sangat jarang.


“Dulu memang anak-anak sekolah sering ada yang kesini (situs umpak). Nggak tahu ya sekarang kok sudah jarang, lama tidak ada yang datang,” papar dia.


Secara terpisah, Hadi Ali, Koordinator Jupel situs di Jombang mengakui bila situs umpak berbeda dengan situs lain yang sering jadi jujugan masyarakat. “Memang benar, umpak di grobogan pengunjungnya tidak seberapa, sudah jarang. Tidak seperti Sendang Made dan Candi Arimbi,” terangnya.


Lebih lanjut dijelaskan, umpak dengan warna hitam itu dulunya dipergunakan sebagai tempat penyangga tiang. “Jadi umpak itu dulu buat keraton, di atasnya itu ditancapkan tiang. Karena di tengah-tengah umpak bolong,” ungkap dia.


Di lokasi itu, kata Hadi, terdapat delapan umpak. Tujuh diantaranya berada di satu lokasi dan bersebelahan. “Baratnya umpak itu dulu pemukiman penduduk, ada pondasi (batu bata merah kuno) sampai sekarang masih ada. Lokasinya di selatan umpak atau setengah kilometer dari umpak, dekat dengan makam,” pungkasnya. (*)


Editor : Binti Rohmatin