Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Berusia 70 Tahun Lebih, Sirine Peninggalan Belanda Ini Masih Normal

Binti Rohmatin • Kamis, 10 Januari 2019 | 23:25 WIB
Berusia 70 Tahun Lebih, Sirine Peninggalan Belanda Ini Masih Normal
Berusia 70 Tahun Lebih, Sirine Peninggalan Belanda Ini Masih Normal

JOMBANG – Bagi warga Jombang kota dan sekitarnya, sudah tak asing dengan gang suling yang menghubungkan Jalan Achmad Yani dan Jalan Prof Buya Hamka. Dinamakan Gang Suling karena di gang kecil yang hanya bisa dilalui kendaraan roda dua tersebut ada suling alias sirine. 


Pantauan di lokasi kemarin (9/1) sirine yang dibangun sejak zaman Belanda ini tetap berfungsi dengan normal. Dulu saat zaman Belanda, sirine ini dipakai pemerintah sebagai penanda waktu bagi bagi pekerja Belanda. Juga sebagai peringatan diri bagi warga.


Setelah merdeka dipakai penanda berbuka puasa dan imsyak (sahur). Pada hari-hari biasa seperti saat ini, sirine tersebut tidak pernah dibunyikan, hanya dicek secara berkala untuk memeriksa bunyi suling.


”Dibunyikan setahun sekali, pada waktu ramadan saja,” ujar Slamet, 66, warga setempat yang dipercaya menjaga sirine tersebut. Di bawah menara suling tersebut, ada sebuah gardu kecil.


Ketika Jawa Pos Radar Jombang masuk untuk melihat ke dalam, ukurannya sempit sekitar 2x2 meter. Di gardu tersebut, terdapat beberapa instalasi listrik sebagai sumber tenaga suling tersebut.


”Saya hanya berjaga untuk membunyikan saja, sedangkan perawatan dan pembayaran listriknya ikut pemkab, dinas PUPR,” beber dia. Di Jombang sendiri, ada dua suling peninggalan Belanda yang hingga kini masih tetap berfungsi.


Salah satunya berada di area Alun Alun Jombang (barat lapangan tenis/selatan Pendopo Kabupaten). ”Satunya di alun-alun juga masih berfungsi. Yang membunyikan ada sendiri di sana,” pungkasnya. (*)

Editor : Binti Rohmatin