Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Wayang Topeng Jatiduwur; Warisan Sastra Panji

Binti Rohmatin • Rabu, 9 Januari 2019 | 03:06 WIB
Wayang Topeng Jatiduwur; Warisan Sastra Panji
Wayang Topeng Jatiduwur; Warisan Sastra Panji


JOMBANG - Dalam perjalanannya, upaya duplikasi topeng-topeng ini sempat dilakukan beberapa seniman. Dengan berbentuk hampir mirip namun dengan perwatakan yang tak sama persis.


Topeng-topeng duplikat ini sempat menjadi saksi pertunjukan wayang topeng setelah hampir 40 tahun terkubur. Hingga akhirnya topeng duplikasi ini kini disimpan di rumah salah satus eniman teater Jombang Imam Ghozali.


Untuk cerita, Wayang Topeng Jatiduwur adalah salah satu warisan Sastra Panji. Artinya cerita-cerita yang digunakan adalah cerita yang selalu ber-setting Kerajaan Kadiri atau Jenggala dengan lakon utama Panji Inu Kertapati dan pasangan dwi tunggalnya Dewi Sekartaji.


Meski dalam pengembangannya, alur cerita bisa berlaku sangat dinamis. Dalam kesenian Wayang Topeng Jatiduwur, dua lakon atau cerita yang paling umum dipentaskan adalah Patah Kuda Narawangsa atau Sekartaji Kembar yang bercerita tentang pengembaraan Sekartaji dalam pencarian jati diri sebelum akhirnya kembali merengkuh kebahagiaan dengan Panji Inu Kertapati.


Yang kedua adalah Wiruncana Murca, yang mengisahkan perjuangan Panji Inu Kertapati untuk bisa memenangkan hati sang Dewi Sekartaji. Meskipun sepanjang perjalanannya, lakon Patah Kuda Narawangsa lebih banyak dipentaskan. (*)


Editor : Binti Rohmatin