JOMBANG – Warga di empat perumahan terus (Perumahan Astapada I, II, III dan Tambakrejo Asri) semakin waspada menyusul aksi teror ‘babi ngepet’ yang membobol rumah tanpa merusak pintu. Selain meningkatkan pengamanan lingkungan, warga takut menyimpan uang dalam jumlah besar di dalam rumah.
“Ya, bagaimana tidak takut. Ini memang benar-benar kejadian nyata. Sekarang khawatir menyimpan uang di rumah,” ujar beberapa warga kepada Jawa Pos Radar Jombang, kemarin.
Menurutnya, kejadian hampir sebulan terakhir benar-benar telah meneror warga Perumahan Astapada Indah dan Tambakrejo Asri. “Memang ini benar-benar kenyataan, bukan ceritera mengarang,” ujarnya lagi.
Bahkan pihak Pemerintah Desa Tambakrejo, Kecamatan Jombang sudah merespons kasus yang terjadi di dua perumahan di wilayahnya itu. Muhadi Kepala Desa Tambakrejo mengaku sudah mengimbau warganya untuk menggalakkan kembali siskamling.
Dihubungi Jawa Pos Radar Jombang, Rabu (2/1), Muhadi membenarkan kabar perihal adanya kejadian pencurian di di perumahan di Desa Tambakrejo yakni Perumahan Puri Astapada Indah dan Perumahan Tambakrejo Asri.
“Sudah, beberapa laporan sudah saya terima memang,” terangnya. Dari hasil pendataannya hingga terakhir, dirinya juga memastikan jika korban sampai saat ini tak bertambah.
Kejadian pencurian juga disebutnya hanya terjadi di lingkungan perumahan saja. “Sampai hari ini laporan yang saya dapat, kejadiannya memang di perumahan saja. Tidak sampai merembet ke pemukiman warga di dusun lain,” lanjutnya.
Bahkan, lantaran dianggap sudah sangat meresahkan, pihaknya mengaku telah menggelar rapat bersama pengurus RT dan RW di wilayahnya untuk secara khusus membahas masalah pencurian ini.
“Ya, kemarin memang ada rapat RW membahas pencurian itu, hasilnya kita sepakat untuk harus siaga. Saya meminta juga kepada warga dan lingkungan untuk kembali menggiatkan siskamling,” pungkasnya. (*)
Editor : Binti Rohmatin