Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Ayam Panggang Banjardowo; Resep Turun Temurun Nenek

Binti Rohmatin • Rabu, 12 Desember 2018 | 08:37 WIB
Ayam Panggang Banjardowo; Resep Turun Temurun Nenek
Ayam Panggang Banjardowo; Resep Turun Temurun Nenek

JOMBANG – Salah satu hal yang membuat ayam panggang Warung Warti di Banjardowo Jombang masih bertahan hingga kini adalah cita rasa yang khas. Markani, pemilik Warung Warti menuturkan cita rasa ayam panggang yang khas ini diperoleh dari resep turun-temurun neneknya.


Bumbu yang kaya rempah membuat ayam panggang ini selalu disukai pembeli, disamping tekstur daging ayam kampung yang kenyal dipanggang dengan tepat.


”Resepnya memang dari nenek saya, Mbah Rantinah. Dulu Mbah Rantinah yang awal buka warung lalu dilanjutkan ibu saya, Ibu Warti,” lontar Markani kepada Jawa Pos Radar Jombang kemarin.


Saat dikelola Warti, warung semakin ramai dan dikenal berbagai lapisan masyarakat Jombang. Selain masakan yang khas, pelayanan yang ramah pada pembeli menjadi nilai plus untuk Warung Warti tersebut.


”Saking terkenalnya Ibu Warti, saat warung sudah saya kelola tetap saja disebut Warung Warti. Banyak orang yang memanggil saya Bu Warti, padahal itu nama ibu saya,” ungkapnya.


Terkait resep, ia mengatakan jika resep ayam panggang ini memang tidak pernah berubah sejak dulu hingga kini. Hanya saja cara memasak saja yang berbeda sebab dulu masih manual, kini dirinya dipermudah dengan alat-alat masak modern mesin seperti blender untuk menghaluskan bumbu, rice cooker untuk menanak nasi dan sebagainya.


”Dulu masih manual semua ngulek bumbu di layah, masak pakai tungku dan sebagainya. Alhamdulillah saat ini memang lebih mudah,” celetuknya.


Namun cara memanggang ayam masih tetap dilakukan dua kali agar matang dan bumbu lebih meresap. Ia sendiri yang meracik bumbu untuk ayam panggang ini mulai dari bawang merah, bawang putih, laos, cabai merah, cabai rawit, asam, kemiri dan rempah lainnya.


Ia menjelaskan jika tahapan memasak ayam panggang ini hampir sama seperti ayam panggang pada umumnya. ”Ayamnya dicuci lalu dikukus, setelah itu dipanggang dan diberi bumbu yang sudah dihaluskan tadi,” bebernya.


Lalu ayam dipanggang lagi diatas arang, setelah itu diberi bumbu dan dipanggang kembali. Tak heran, meski tanpa pengawet ayam panggang ini bisa tahan sampai 24 jam. Banyak pembeli yang menjadikan ayam panggang Banjardowo ini jadi oleh-oleh.


Mereka berani membawanya terbang ke luar daerah hingga luar negeri lantaran tidak basi. Penyajian ayam panggang ini cukup variatif sesuai keinginan biasanya dengan urap-urap, mie, tahu-tempe, telur, peyek dan sebagainya. (Pewarta: Ricky Van Zuma)

Editor : Binti Rohmatin