JOMBANG - Jika melintas di Kecamatan Bareng tak ada salahnya mencoba rica rica mentok di warung Bu Suhar yang terletak di Jalan Raya Desa Tebel. Warung ini berdiri sejak sepuluh tahun lalu, dan sudah menjadi langganan berbagai macam kalangan mulai dari guru, pejabat, polisi, hingga sopir.
”Dalam sehari saya memasak 24 ekor mentok dengan campuran bahan lima kilogram cabai. Kadang juga lebih,” ujar Muasih, pemilik warung rica rica sembari mencincang mentok di dapur.
Mentok dan belut itu dia dapatkan dari seorang peternak dan pencari belut di Bareng. Setiap pagi dan sore mereka mengantarkan pesanan Muasih. Pada awalnya, ia bersama suaminya Suhardiono (alm) membuka warung hanya untuk menjual nasi biasa, belum ada menu rica rica mentok.
”Saya mendapat ide rica rica mentok dari saudara di Balikpapan, saya coba Alhamdulilah sampai sekarang masih jalan,” beber dia. Berkat keuletannya itu dia bisa bertahan sampai sekarang.
Satu porsi nasi rica rica mentok dibandrol dengan harga Rp 16 ribu. Harga tersebut lebih mahal jika dibanding dengan satu porsi rica rica mentok tempo dulu.
Karena Muasih harus menyesuaikan dengan harga kebutuhan pokok maupun mentok itu sendiri. Belum lagi ketika cabai yang menjadi kebutuhan utama rasa pedas pada rica rica, mengalami kenaikan harga.
”Dulu awalnya 11 ribu, sekarang naik menyesuaikan harga bahan,” tandasnya. (*)
Editor : Binti Rohmatin