JOMBANG – Memasuki musim hujan, harga jual buah semangka jenis estim atau semangka inul di Jombang cukup stabil. Seperti yang terlihat di Desa Balongsari Kecamatan Megaluh kemarin (13/11), harga jual semangka Rp 2.200 per kilogramnya.
“Alhamdulillah harga semangka cukup stabil sampai saat ini. Cuma kendalanya itu hama tikus,” ujar Nur kepada Jawa Pos Radar Jombang. Hama tikus membuat hasil panen buah petani menurun.
Jika sebelumnya sekali panen dapat menghasilkan sekitar 3 ton semangka, kini hasil panen merosot menjadi 2 ton saja. Belum lagi sebagian buah yang busuk atau cacat tidak laku dijual.
”Kalau harga semangka ini kan dibagi tiga jenis, untuk kualitas bagus dan besar itu semangka A harga jualnya Rp 2.200 per kilogram,” jelasnya.
Sedangkan semangka B dengan besar sedang saat ini dihargai Rp 1.200 per kilogram. Sementara semangka C dengan ukuran kecil hanya laku Rp 600 per kilogram.
”Saat ini sudah memasuki musim penghujan, jadi buru-buru dipanen semua. Kalau keburu hujan apalagi kebanjiran bisa rusak dan busuk semua semangkanya,” tandasnya.
Sebagian wilayah di Jombang memang memasuki akhir panen buah diantaranya Perak, Bandarkedungmulyo, Megaluh dan Tembelang. Meski sempat diserang hama tikus, hasil panen buah di Jombang secara umum baik dibanding tahun sebelumnya.
Begitu juga harga jual yang lebih stabil tahun ini. ”Jualnya ke tengkulak semua, hasil panen tidak dijual sendiri. Petani kan butuh modal untuk tanam lagi setelah ini,” pungkasnya. (*)
Editor : Binti Rohmatin