Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Penemuan Bayi Perempuan Hebohkan Warga Desa Gajah

Binti Rohmatin • Jumat, 9 November 2018 | 16:15 WIB
Penemuan Bayi Perempuan Hebohkan Warga Desa Gajah
Penemuan Bayi Perempuan Hebohkan Warga Desa Gajah


JOMBANG – Pembuangan bayi kembali terjadi di Jombang. Kamis (8/11) dinihari, bayi mungil ditemukan di teras rumah salah satu warga Dusun Ngampel, Desa Gajah, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang yang bernama Said. 


Sebelum bayi ditemukan, pintu rumah Said sempat diketuk seseorang sekira pukul 02.00 WIB. "Awalnya pak Said dan keluarganya tengah tidur, tapi ada suara ketukan di pintu rumah,” terang Alizar Firdaus, 35, Kepala Dusun  Ngampel.


Saat membuka pintu rumahnya, Said tak menemukan siapapun di depan pintu. "Menurut pak Said setelah mendengar suara orang membuka pintu, pelakunya langsung lari. Dari suaranya sepertinya laki-laki," lanjutnya. Said pun menutup kembali pintu rumahnya.


Namun selang beberapa saat, Said mendengar suara tangisan bayi dari arah depan rumah. Saat dilihat, terdapat sesosok bayi perempuan mungil diatas lantai dan bersandar pada sebuah bantal. Bayi tersebut terlihat masih dalam kondisi di bedong dan memakai topi.


Di samping bayi, terdapat sejumlah perlengkapan bayi seperti bedak dan susu. Bahkan ada juga surat wasiat dari orang tua bayi yang isinya meminta kepada sang pemilik rumah untuk bersedia merawat bayi tersebut.


Dalam surat itu, tertulis orang tua bayi sengaja menitipkan kepada pemilik rumah menyusul keterbatasan ekonomi. "Setelah itu Pak Said melaporkan ke saya dan diteruskan ke kades, kepolisian dan bidan desa juga," lanjutnya.


Usai dilakukan pemeriksaan, kondisi bayi yang dibuang dalam keadaan sehat. Bayi ini juga diprediksi baru berumur sehari. "Bayi ini sempat ditangani secara medis, kelihatan dari putusnya tali pusarnya yang dijepit pakai alat medis," pungkas Alizar. (*)

Editor : Binti Rohmatin