Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Korban Guru TPQ Cabul Bertambah

M Nasikhuddin • Rabu, 6 September 2017 | 04:25 WIB
korban-guru-tpq-cabul-bertambah
korban-guru-tpq-cabul-bertambah


JOMBANG-Masih ingat Misbahudin, 45, oknum guru TPQ yang tega mencabuli para santri. Hingga saat ini, polisi masih terus melanjutkan pemeriksaan terhadap warga Dusun Karangri, Desa Blimbing, Kecamatan Kesamben. Belakangan polisi mengendus sejumlah santri lainnya disebut juga menjadi korban pencabulan.
”Kemarin sudah ada empat korban yang kita mintai keterangan, belakangan muncul indikasi dua santri lainnya juga pernah dicabuli pelaku,” terang Kasatreskrim Polres Jombang AKP Wahyu Norman Hidayat, kemarin. Saat ini, polisi terus mendalami pemeriksaan sejumlah saksi, khususnya kepada dua santri lain yang disebut juga pernah mengalami tindakan pencabulan pelaku. ”Dimungkinkan masih banyak korban yang lain, kita masih dalami kasusnya,” tandasnya.

Sebelumnya, sejumlah orang tua santri salah satu TPQ di Dusun Karangri, Desa Blimbing, Kecamatan Kesamben ramai mendatangi Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Jombang, (31/8). Mereka melaporkan tindakan guru mengaji TPQ anaknya yang tega mencabuli sejumlah santri. Akibatnya para korban yang rata-rata masih duduk di bangku SD mengalami trauma berat.

Pelaku bernama Misbahudin, 45 warga Dusun Karangri, Desa Blimbing, Kecamatan Kesamben. "Pelaku sudah kita amankan, masih kita lakukan pemeriksaan," beber Kasatreskrim Polres Jombang AKP Wahyu Norman Hidayat, Selasa (5/9).

Kepada Jawa Pos Radar Jombang, KS, salah satu orang tua korban menerangkan, kejadian yang menimpa anaknya terjadi sekitar Juni 2017 lalu. Saat itu, dirinya melihat ada keanehan gelagat anaknya. Tidak seperti biasa, tiba-tiba anaknya bersikeras tidak mau mengaji. Yang membuatnya curiga, putrinya yang masih duduk di bangku kelas VI SD menangis ketakutan saat diminta orang tuanya mengenakan seragam mengaji. ’’Saya curiga, kok anak  saya  tiba-tiba tidak mau mengaji, malah saat melihat seragam TPQ dia menangis ketakutan,’’ terangnya saat ditemui di Mapolres Jombang.

Setelah dicecar pertanyaan orang tuanya, Putrinya yang masih duduk di bangku SD  kelas VI akhirnya menceritakan tindakan yang dilakukan guru ngajinya. ’’Akhirnya dia cerita, takut ke TPQ, sebab gurunya cabul, anak saya sering diciumi, diraba bagian dadanya bahkan berlanjut sampai  kemaluannya diraba-raba,’’ terangnya.

Mendengar penuturan anaknya itu, sontak membuat emosinya memuncak, namun dirinya memilih diam. ’’Sempat saya mau datangi ke TPQ, tapi saya pikir ini aib, jadi waktu itu urungkan untuk melapor, tapi anak saya larang pergi ke TPQ,’’ terangnya.

Belakangan, emosinya kembali memuncak, setelah terungkap salah satu santri lainnya juga mendapat perlakukan tidak senonoh dari pelaku. Saking parahnya santri yang masih duduk di bangkus SD kelas VI ini sampai menangis sepulang dari tempat mengaji. ’’Ada anak tetangga pulang mengaji menangis, merintih kesakitan,’’ bebernya.

Setelah dicecar orang tuanya, dirinya pun akhirnya menceritakan perlakuan tidak senonoh guru ngajinya. ’’Saya kaget pulang ngaji nangis, kemudian mengeluh payudaranya sakit, saat kencing kemaluannya perih, ternyata habis dicabuli guru ngaji,’’ sambung  orang tua   yang anaknya santri di TPQ.
Tidak terima dengan perbuatan pelaku, sejumlah orang tua korban selanjutnya melaporkan kejadian tersebut ke pemerintah desa dilanjutkn ke polisi. ’’Kami melapor ke polsek, selanjutnya diarahkan ke Unit PPA," imbuh.

Setelah menerima laporan tersebut, polisi langsung bergerak cepat mengamankan pelaku. Sejumlah pakaian masing-masing korban turut diamankan sebagai barang bukti. Pantauan di lokasi, hingga sekitar pukul 14.00, proses pemeriksaan masih terus berlanjut. Nampak sejumlah orang tua korban mendampingi anaknya di Unit PPA Polres Jombang.

Saat dikonfirmasi, Kasatreskrim Polres Jombang AKP Wahyu Norman Hidayat membenarkan kejadian tersebut. ”Terhadap pelakunya sudah kita tangkap, masih diperiksa intensif penyidik PPA,” bebernya. Beberapa korban sudah melapor, namun demikian tidak menutup kemungkinan masih banyak korban lain. ”Masih kita dalami, pelaku kita tahan,” pungkasnya.

Editor : M Nasikhuddin