Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Bertuah, Sumber Mata Air Ini Sering Digunakan untuk Ritual Adat

M Nasikhuddin • Rabu, 23 Agustus 2017 | 15:25 WIB
bertuah-sumber-mata-air-ini-sering-digunakan-untuk-ritual-adat
bertuah-sumber-mata-air-ini-sering-digunakan-untuk-ritual-adat



Selain situs bersejarah sumber mata air Pandansili, di Desa Ngampungan, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang juga terdapat sumber mata air Ubalan.


Pasokan air melimpah ruah, hingga dijadikan salah satu sumber air PDAM Jombang. Seperti apa?


ANGGI FRIDIANTO, Bareng


UDARA sejuk menggelayuti sekitar pemukiman warga Desa Ngampungan di kala pagi hari. Gemericik air, sejuknya udara di area hutan rakyat di sekitar sumber mata air Ubalan kian menambah suasana sejuk pedesaan.


Ya, di area sumber mata air Ubalan ini udaranya sangat sejuk dan asri. Letaknya ada di ujung Dusun/Desa Ngampungan. Tepatnya diapit beberapa bukit yang menjulang tinggi.


Selain dimanfaatkan sebagai air minum warga setempat, sejak 1996-an PDAM Jombang juga menggunakan air tersebut sebagai persediaan distribusi pelanggan di daerah selatan. Meliputi Kecamatan Mojowarno, Bareng dan Mojoagung.


Di sisi lain, warga setempat juga mengaku tempat tersebut sebagai lokasi yang dikeramatkan.


Karena pada hari-hari tertentu selalu digunakan untuk melakukan ritual adat. Misalnya, saat menjelang Idul Fitri puluhan warga berbondong-bondong mengikuti tradisi syukuran di sekitar sumber mata air Ubalan.


”Jadi, kalau sumber mata airnya sudah ada sejak zaman dahulu. Sepanjang tahun tetap mengalir deras dan tidak pernah berubah,’’ ujar Suparmo kepala dusun setempat, Minggu (20/8) lalu.


Setelah itu, pada orde baru sekitar 1982 pemerintah pusat memberikan bantuan pipa dan penampungan air untuk pendistribusian air bersih kepada warga tiga dusun di Desa Ngampungan. Masing-masing dusun Sumberdadi, Wungurejo dan Ngampungan.


”Itu kan dalam bentuk banpres (bantuan presiden), sekitar tahun 82-an pas Pak Harto masih menjabat,’’ paparnya.


Hingga 35 tahun ini, kondisi pipa maupun tempat penampungan air itu masih kokoh. ”Sampai saat ini masih kuat, bahkan digunakan PDAM untuk pasokan airnya,’’ jelas dia.


Namun, justru ia mempertanyakan kontribusi PDAM yang telah menggunakan sumber mata air Ubalan sebagai salah satu pasokan utamanya. ”Kurang tahu saya, setahu saya kalau dalam bentuk kompensasi belum ada,’’ tandasnya.

Editor : M Nasikhuddin