ADA lagi benda kuno yang layak untuk sekadar diketahui. Salah satunya situs Lumpang Kenteng di Dusun/Desa Watugaluh, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang.
Saat ini, benda tersebut disimpan di rumah salah satu warga.
ANGGI FRIDIANTO, Diwek
Pengamatan di lokasi, kondisi lumpang yang memiliki diameter sekitar 60 centimeter dengan kedalaman lubang sekitar 15 centimeter itu nampak utuh.
Agar tak dicuri orang, Askur, 73 warga yang sekaligus pemilik rumah sengaja meletakan lumpang tersebut di pojokan rumahnya.
Ia melekatkan dengan semen permanen, agar tak bisa dipindahkan. ”Awalnya dulu di latar rumah (halaman rumah) saya, lalu beberapa tahun lalu saya letakan di sini,’’ ujar dia kemarin (15/8).
Hal itu ia lakukan, karena belum ada langkah maupun perhatian dari pemerintah daerah. Untuk antisipasi, ia menyimpan di rumahnya.
Dari keterangan yang dihimpun, lumpang tersebut merupakan salah satu benda kuno peninggalan dari kerajaan mataram kuno. Ini dibuktikan dari jenis batu dan cara pembuatan lumpang itu.
Sekilas, lumpang tersebut memang mirip lumpang pada umumya. Namun, dari cerita masyarakat lumpang kuno itu, sudah ada diwilayah tersebut sebelum desa Watugaluh diresmikan.
”Ini saya menjaga turun temurun dari kakek buyut saya,’’ pungkasnya.
Sementara, Arif Afandi kepala desa Watugaluh mengakui jika lumpang tersebut memang sudah berumur tua dan sudah ada di area tersebut sejak ratusan tahun silam. ”Memang sudah ada sejak dulu, dan jadi penanda desa ini,’’ jelasnya.
Saat ini, lanjut dia, karena belum ada pihak yang berwenang mengambil langkah, ia tetap meminta Askur, pemilik rumah untuk menjaganya.
”Jadi kami berharap pemerintah daerah segera memperhatikan penemuan ini, dan untuk sementara agar tetap dijaga sama pak Askur,’’ pungkasnya.
Editor : M Nasikhuddin