Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Ternyata Penggagas Wayang Topeng Jati Duwur, Ki Purwo

M Nasikhuddin • Minggu, 6 Agustus 2017 | 15:05 WIB
ternyata-penggagas-wayang-topeng-jati-duwur-ki-purwo
ternyata-penggagas-wayang-topeng-jati-duwur-ki-purwo



JOMBANG - Satu dari kesenian orisinil yang lahir dan bertahan di Kabupaten Jombang, wayang topeng Jatiduwur.


Wayang Topeng ini diprakarsai Ki Purwo. Mungkin tak banyak yang mengenal sosok pria ini. Namun bagi seluruh masyarakat Desa Jatiduwur, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, nama ini tidak asing.


Bahkan beberapa warga menganggap sesepuh desa karena sakti dan mampu membuat topeng dan pertunjukan wayang topeng.


Tak ada tanggal jelas dimana dan kapan Ki Purwo lahir. Berdasarkan cerita dari keluarganya, ia penduduk asli Kabupaten Gresik yang mengembara ke Desa Jatiduwur. Makamnya kini masih bisa ditemukan di Desa Jatiduwur.


“Canggah itu dulu berangkatnya dari Driyorejo, terus ngamen karena memang seniman hingga akhirnya menemukan tempat bertapa di Jatiduwur,” cerita Sulastri Widianti keturunan ke-5 Purwo.


Selain seniman, Purwo juga dikenal sebagai seorang petapa.  “Beliau dulu petapa, biasanya dilakukan di pohon ringin yang sekarang mungkin sudah digantikan pohon lain, dan membuat topengnya juga disitu,” lanjutnya.


Jika terjadi kejadian semacam bencana hingga prahara, seringkali disangkut pautkan kepadanya. Bahkan, kesakralannya ini juga berimbas pada topeng yang ia buat. Terbukti, perlakuan khusus pada topeng-topengnya hingga di rumah Sulastri saat ini.


Selain pembuat topeng, di awal perkembangan wayang topeng Jatiduwur ini, Purwo juga beraksi sebagai dalang sekaligus penari dalam pertunjukan tersebut. Kemudian dilanjutkan beberapa generasi di bawahnya.


Pemegang waris perawatan topeng selalu dilakukan di lingkup internal keluarga saja.


Berbeda dengan pewarisan dalang yang pernah diwariskan kepada orang lain di luar keluarga Purwo. Setidaknya kini sudah ada 7 generasi pewaris topeng ini dan 7 orang yang mewarisi kemampuan mendalang.

Editor : M Nasikhuddin