Sebagai pengusaha sukses, Haji Yahya pemilik Ebad Wisata Jombang terus menganggap dirinya di bisnis travel ini sebagai pemain baru.
Tentu merujuk pada dirinya yang terus menerus belajar bagaimana cara meningkatkan mutu layanan ibadah. Baginya pelayanan bisnis jasa adalah hal yang tak bisa ditawar lagi.
Dirinya masih ingat betul bagaimana pertama kali ia membuka bisnis ini dengan istri dan dua anak buahnya. Pemilihan lokasi kantor yang ia pilih di tepi jalan adalah langkah awal untuk mempermudah promosi.
“Setiap hari kami harus terus ikut promosi ke berbagai tempat, baik supermarket, pameran, Car Free Day dan banyak lagi. Semuanya dilakukan agar dikenal dulu, dan nama lembaga kita diingat orang,” lontarnya.
Bahkan di bulan pertama ia membuka jasa layanan umroh, semua keterbatasan pembiayaan terus diupayakannya agar bisnis ini tetap dapat berkembang.
“Pertama dulu lima orang yang kita berangkatkan, dan ternyata mereka puas dengan layanan kita, kemudian berkembang dari mulut ke mulut. Memang data jamaah kita banyak yang masih kenal dekat dan promosi terus menyebar dari jamaah yang sudah berangkat lebih dulu, istilahnya getok tular,” tambahnya.
Hingga dirinya sampai pada sebuah keyakinan, bahwa pelayanan kepada jamaah di perusahaan jasa yang ia miliki adalah faktor utama berkembangnya usaha.
Kemauannya untuk membimbing dan mengantar langsung jamaah, terus ia lakukan hingga kini. “Karena banyak jamaah yang bilang, akan sangat nyaman ketika umrah didampingi langsung dengan yang punya lembaga, semua masalah akan lebih mudah diatasi ketika butuh keputusan cepat.
Dan ini yang terus saya lakukan hingga sekarang,” sebutnya.
Terlebih, ia sadar bahwa persaingan di bisnis ini cukup ketat. Jika lembaga lain banyak yang menggunakan figur publik hingga pemuka agama untuk menarik jamaah. Dirinya mengaku lebih memilih jalan lain yakni pelayanan makimal. Tidak semata-mata berbisnis, tapi lebih mengutamakan ibadah.
“Kalau mau jual figur, saya tentu kalah, saya orang biasa, bukan ulama bukan juga publik figur. Tapi kalau saya menjual ketulusan dan pelayanan maksimal, saya bisa dan itu yang kami terapkan,” lanjutnya.
Untuk itulah, selain terus mendampingi dan membimbing sendiri jamaahnya. Dirinya juga terus berinovasi dengan menyediakan beragam fasilitas lain baik berupa pilihan paket VIP yang diberi nama Ebad, Diva untuk kelas menengah dan juga Thaibah untuk kelas ekonomi dengan harga di bawah Rp 20 Juta. “Meskipun ada beberapa paket, tapi pelayanan jasanya pasti sama. Semua berhak mendapat bimbingan yang sama, hanya fasilitasnya saja berbeda,” rincinya.
Selain itu, berbagai kenyamanan terus ditingkatkannya.
Seperti pesawat yang khusus tanpa transit dan tak campur dengan travel lain, umrah sunah dan wajib, kunjungan ke berbagai tempat di Makkah dan Madinah hingga pemberian teknologi reciever pada masing-masing jamaah yang akan mempermudah komunikasi selama berada di Tanah Suci.
Semua ini bertujuan untuk memberi pengalaman berkesan bagi seluruh jamaah yang dibawanya.
“Karena kita tidak ingin jamaah ketika kembali tidak bisa cerita pengalamannya, kami sadar banyak jamaah yang harus menabung bertahun-tahun untuk bisa ikut umrah atau haji, sehingga kesan yang baik sangat mereka dambakan.
Dan Alhamdulillah ini berhasil terbukti dari jamaah kita yang terus bertambah dan kebanyakan dari mereka hingga 60 persen adalah repeat order,” pungkasnya.
Editor : M Nasikhuddin