RadarJombang.id - Sendang Made adalah salah satu peninggalan kerajaan kuno yang ada di Jombang.
Seperti namanya, Sendang Made adalah situs kuno berbentuk sejumlah kolam kecil atau yang di oleh masyarakat Jawa disebut dengan sendang.
Lokasi Sendang Made, terletak di bawah lereng Gunung Pucangan, Desa Made Kecamatan Kudu, Kabupaten Jombang. Jaraknya sekitar 28 km dari pusat Jombang.
Untuk mencapai tempat ini, dibutuhkan kurang lebih 54 menit perjalanan menggunakan sepeda motor atau mobil.
Diketahui bahwa Sendang Made masih terawat dengan baik, beberapa pohon besar berusia puluhan hingga ratusan tahun masih berdiri kokoh di sana.
Selain itu, Sendang Made menjadi destinasi wisata yang relatif terkenal sebab dilengkapi pendopo yang bisa dimanfaatkan untuk acara dan dilengkapi spot foto tanaman yang menjadi dominasi pilihan masyarakat.
Meski begitu,sebagai salah satu situs warisan masyarakat kuno, Sendang Made punya beragam mitos dan legenda di dalamnya.
Konon, legenda Sendang Made berkisah tentang pernikahan seorang putra raja dengan putri Kerajaan Darmawangsa.
Upacara pernikahan yang digelar secara megah dan besar-besaran, tiba-tiba mendapat serangan dadakan dari Kerajaan Sriwijaya.
Kerajaan Darmawangsa dibakar habis, tetapi kedua mempelai pengantin bersama dayang-dayang dan prajuritnya berhasil diselamatkan oleh patih yang bernama Narutama.
Mereka dilarikan menuju ke timur melewati Gunung Klotok, Gunung Maskumambang, Gunung Wilis, Gunung Tunggorono dan akhirnya sampai di Gunung Pucangan dan menetap disana.
Masyarakat mempercayai bahwa Raja Airlangga tinggal selama tiga tahun di Sendang Made karena menjadi tempat pelariannya.
Selama 3 tahun di gunung Pucangan, Raja Airlangga menyamar menjadi seorang pengamen serta membuat sendang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Pendiri Kerajaan Kahuripan itu bertapa dan menimba ilmu dari gurunya yang bernama Mbah Jenggot serta menyusun kekuatan di tempat ini hingga naik tahta pada tahun 1009-1042.
Di Sendang Made terdapat suatu ritual yang dilakukan oleh pengunjung maupun masyarakat lokal, dikenal dengan ritual kungkum sinden yang setiap tahun rutin dilaksanakan.
Ritual kungkum sinden dilakukan sebelum bersih sendang.
Sendang Made dipilih sebagai tempat kungkum sinden karena adanya kepercayaan dari warga bahwa air sendang memiliki khasiat tersendiri yaitu membuat wajah seorang seniman khususnya sinden menjadi lebih cantik, bersinar, dan menambah daya tarik penonton. (mg7/riz)
Editor : Achmad RW