Dusun itu adalah Dusun Ngengkreng. Dari cerita yang beredar di masyarakat, banyak kejadian aneh kerapkali di sekitar dusun. Mulai dari penampakan perempuan berpakaian serba putih, hingga warga sekitar yang disasarkan makhluk halus.
Samud Kepala Dusun Sumbersari mengatakan, sebenarnya Dusun Ngengkreng itu tidak ada. Hanya sebutan masyarakat. "Dusun Ngengkreng itu pecahan dari Dusun Sumbersari. Hanya sebutan. Tapi memang dulu ada penghuninya," ujarnya saat dikonfirmasi.
Dikatakan, pada 1985 silam, dusun tersebut ditinggalkan penghuninya. Sedikitnya ada empat rumah di dusun tersebut. "Sekarang penghuninya pindah ke Dusun Sumbersari dan Sumberpacing. Itu satu keluarga semua," tuturnya.
Dikarenakan orang tua mereka meninggal, kemudian penghuni tersebut meninggalkan dusun tersebut. "Informasinya anak-anaknya itu tidak berani menempati dan akhirnya pindah itu," katanya.
Sehingga, dusun tersebut sudah tidak ada yang menempati. Bahkan, saat ini dusun tersebut menjadi kebun bambu. Di dalam lokasi tersebut terdapat sumur yang masih terdapat airnya. Itu yang menjadi saksi bisu lahan tersebut pernah ditempati.
Solifan salah satu warga mengatakan, tak jarang warga Desa Sumbersari yang takut melintasi area tersebut. Karena sering terjadi kejadian yang diluar nalar manusia. "Tempat itu sangat angker mas," celetuknya.
Kejadian aneh di antaranya pohon bambu yang tiba-tiba miring ke jalan. Padahal saat itu tidak ada angin maupun hujan. "Dua kali kejadian orang disasarkan. Tiba-tiba masuk sawah," katanya.
Yang pertama itu, pengguna roda dua yang tiba-tiba masuk ke sawah. "Ada juga mobil saat dilokasi itu juga masuk ke sawah," ungkapnya.
Terlebih lagi soal penampakan, tak jarang pengguna jalan saat lewat secara tidak sengaja melihat mahluk ghaib. "Tiba-tiba di bawah bambu itu nampak sosok perempuan memakai jubah putih. Kadang ada ular besar yang melintas," bebernya.
Lebih mengerikan lagi, saat memasuki lokasi tersebut. Terdapat enam makam. "Di dalam juga ada makam penghuni dusun. Itu makam keluarga," pungkas Solifan.
Kisah mistis inipun diakui Supari salah satu mantan penduduk Dusun Ngengkreng. Ia bercerita, dulu yang menempati dusun tersebut merupakan keluarga istrinya. "Yang menempati dulu Pak Ruslan orang tua istri, Jamil beserta keluarganya. Dan saya bersama keluarga," ujarnya.
Dia awal pindah rumah sejak 1985 silam. Rumahnya kemudian dibongkar. "Ya karena jauh dari tetangga. Saya dan istri akhirnya memilih pindah ke Dusun Sumbersari," kenangnya.
Selain tidak mempunyai tetangga, ia mengaku banyak kejadian di luar nalar yang kerap dialami bersama istri tercinta. "Sering ada pohon tiba-tiba miring, suara-suara menyeramkan dan masih banyak lagi," bebernya.
Terlebih lagi, di lokasi tersebut terdapat makam keluarganya. "Ada sekitar enam makam. Dua makam mertua dan dua makam anak saya. Yang dua lagi saya tidak tahu makamnya siapa. Karena sejak dulu makam di situ sudah ada," tegas Supari. (yan/bin/riz)
Editor : Achmad RW