Tak heran, banyaknya kejadian tragis ini menyebabkan ruas jalan Mojowarno-Mojoagung kerap dikaitkan dengan cerita misteri yang berkembang di masyarakat sekitar. ”Kalau kecelakaan di sini langsung meninggal korbannya,” ujar Karto salah seorang warga Desa Japanan, sambil menunjuk ke arah lokasi lakalantas.
Ia tak menampik bila di ruas jalan itu sering terjadi kecelakaan lalu lintas. Atau di sekitar kanan kirinya. Bahkan, seringkali kecelakaan itu merenggut korban jiwa. Padahal, sebagian ruas jalan yang sudah diperbaiki itu cukup mulus. Berbeda saat sebelum diperbaiki, kecelakaan dipicu jalan berlubang dan bergelombang.
“Jalan yang baru selesai diperbaiki ini sudah ada tiga kejadian kecelakaan. Sekitar dua bulan terakhir. Itu juga korbannya meninggal,” bebernya.
Karto menyebut, sebelum ada perbaikan dan pelebaran jalan, angka kecelakaan sudah tinggi. Dalam satu bulan, ia pernah menghitung terjadi hingga 18 kasus kecelakaan lalu lintas dengan berbagai penyebab. ”Ada yang bercerita kecelakaan ini karena adanya gangguan mistis,” ungkap dia.
Sebelumnya, di lokasi itu sebagai pintu masuk Kerajaan Majapahit. Hal ini ditandai dengan adanya situs yang terkenal dengan Yoni Gambar. Situs ini berada di area persawahan Dusun Sedah, Desa Japanan, Kecamatan Mojowarno. ”Jadi ini kan mau masuk wilayah Kerajaan Majapahit sehingga dipercaya angker,” tuturnya.
Sebagian warga lain sempat berasumsi bila kecelakaan selama ini sebagian besar korban berasal dari Kediri. ”Mungkin karena beda kerajaan juga,” tuturnya lagi.
Tak hanya itu, banyak cerita mistis yang beredar di tengah masyarakat. Di sepanjang jalur itu sering muncul sosok bayangan hitam secara tiba-tiba di depan mata. Bayangan hitam itulah yang membuat pengendara terkejut saat melintas. ”Saat saya menolong korban kecelakaan itu ada yang bilang kalau ada bayangan hitam melintas,’ ceritanya.
Meski begitu, ia tak mengaitkan penampakan sosok bayangan hitam itu dengan penunggu Yoni Gambar. ”Kalau penunggu Yoni Gambar muncul seperti orang biasa, akan tetapi menggunakan pakaian petani. Itu baik tidak pernah mengganggu,” pungkas Karto. (yan/bin/riz) Editor : Achmad RW