Cerita misteri ini tak luput dari keberadaan ruang jenazah yang sekaligus sebagai pemulasaran jenazah. Mulai jenazah korban kecelakaan, tenggelam, bunuh diri, hingga korban pembunuhan. Tubuh-tubuh tersebut disimpan di lemari pendingin khusus untuk keperluan identifikasi, otopsi sampai perawatan jenazah sebelum dimakamkan.
"Banyak cerita-cerita mistis. Namanya juga kamar jenazah," kata Suhardi salah satu sopir ambulans RSUD Jombang. Mesteri-misteri itu kerap dialami oleh penjaga, petugas visum, sopir, sampai pengunjung rumah saki sendiri.
Salah satu cerita yang paling santer terdengar adalah arwah jenazah sering muncul di sekitar Paviliun Kenanga yang sekarang menjadi Instalasi Kedokteran Forensik RSUD Jombang. Tidak jelas wajahnya. Arwah itu secara mendadak menampakkan diri dengan kondisi duduk, berdiri dan berjalan cepat lalu menghilang.
Baru-baru ini, lanjutnya, ada penjaga kamar jenazah secara tiba-tiba dijumpai arwah balita dengan wajah kusam. Arwah balita itu berasal dari balita yang belum diketahui identitasnya sampai sekarang. "Waktu itu penjaga sedang tertidur. Seolah-olah mau membangunkan," bebernya.
Tak hanya itu, beberapa penjaga lain juga sering mendengar suara balita yang menangis tersedu-sedu di sekitar tempat lemari es, di mana jasad balita tersebut disimpan. "Kadang terdengar balita itu menangis," ungkapnya.
Ia lantas menyampaikan, jenazah balita tanpa identitas itu memang tersimpan di lemari es sudah tiga bulan berjalan. Hal ini tergolong paling lama dan belum tahu kapan kenazah balita tersebut akan dimakamkan.
Hal misteri lainnya yang terjadi, sirine mobil ambulans RSUD Jombang tiba-tiba menyala sendiri. Tanpa ada penjaga, pada jam-jam tertentu, suara sirine ambulans terdengar begitu nyaring. "Biasanya itu nyala setiap habis magrib. Tapi kemungkinan itu korsleting," pungkas dia. (yan/bin)
Editor : Achmad RW