Yang paling terkenal di masyarakat, gedung SMAN 3 Jombang adalah bekas rumah sakit Belanda. Hal ini diperkuat adanya setiap lorong di setiap bangunan ruang. Lorong ini mirip dengan bangunan rumah sakit.
”Padahal bukan, keliru, bangunan SMAN 3 Jombang memang dibuat untuk sekolah, dirancang untuk sekolah, berdiri 1918 sebagai Hollandsch Inslandsche School (HIS) atau orang-orang biasanya menyebut Norma School, bukan rumah sakit,” ujar Dwi Sunanto, salah satu guru senior di SMAN 3 Jombang.
Memiliki luas kurang lebih 5 hektare, SMAN 3 Jombang menjadi sekolah sangat luas. Begitu banyak gedung, dengan ciri khas bangunan era kolonial. Seperti desain bangunan, tangga masuk, kusen pintu, jendela dan lain sebagainya.
Hingga sekarang, banyak siswa beraktivitas normal di SMAN 3 Jombang. Utamanya aktivitas pembelajaran setiap hari. SMAN 3 Jombang semakin ramai karena bangunannya cukup terawat.
Meski begitu, di beberapa titik, masih terlihat aura mistis. Di belakang gedung tata usaha misalnya, ada sebuah pohon sawo yang sudah mati sejak kurang lebih tiga tahun lalu. Namun hingga kini tidak ada yang berani menebang. Konon, di pohon sawo itu, banyak penunggu yang akan mengganggu jika ditebang.
Menurut Dwi, banyak informasi tentang suasana mistis ketika ada siswa yang kesurupan. Secara tidak terduga, yang merasuki siswa ada bermacam-macam jenis makhluk. Ada yang berbahasa Jawa, berbahasa Inggris, Bahasa Indonesia hingga Bahasa Belanda. ”Padahal anak itu sebelumnya sama sekali tidak mengerti Bahasa Belanda, namun saat kerasukan tiba-tiba jago berbicara Bahasa Belanda,” ungkapnya.
Dalam pandangannya, banyak siswa kerasukan setelah pohon sekitar sekolah ditebang. ”Kadang saat pelajaran biasa begitu, tiba-tiba kerasukan, pokoknya jangan sampai pikiran kosong,” jelas Totok sapaan akrabnya.
Tahun 1942 pasca invasi Jepang ke Indonesia, bangunan sekolah juga dimanfaatkan untuk keperluan perang sebagai tangsi, barak militer, ataupun rumah sakit militer. Di masa penjajahan Jepang, HIS Jombang dihapus dan bangunannya ditempati untuk keperluan rumah sakit militer Jepang.
Di bekas bangunan HIS, juga dibangun lorong-lorong yang menghubungkan bangunan satu dengan yang lainnya laiknya rumah sakit pada umumnya. Setelah Indonesia merdeka, Jepang sempat membakar bangunan bekas HIS tersebut. Namun berhasil diselamatkan, kemudian diperbaiki dan 1949 gedung itu digunakan untuk Sekolah Guru Besar (SGB).
Berdasar pengalaman itulah warga sekolah sampai sekarang melakukan ritual khusus, sebelum menebang pohon di sekolah. Ritual tumpengan itu diharapkan, tidak ada hal lain yang akan mengganggu siswa, karena berpengaruh pada pembelajaran di SMAN 3 Jombang. ”Ya niatnya bukan untuk bagaimana, hanya syukuran tumpengan,” jelasnya.
Menurut Daroji, salah satu penjaga dan tukang kebun SMAN 3 Jombang, banyak hal-hal aneh yang ia dengar. Terutama setiap kali ia akan beraktivitas. Seperti sosok yang sedang mandi, di gedung kamar mandi bagian barat. Setelah lama ditunggu, ternyata kamar mandi kosong, tidak ada orang sama sekali. Bahkan, lantai kamar mandi juga kering.
”Padahal bunyi jebyur-jebyur jelas dan lama sekali, saya tunggu-tunggu, setelah saya buka ternyata tidak ada orang, dan kering,” ceritanya. Bukan sekali itu, ia juga pernah mengalami kejadian serupa.
Saat hendak membersihkan ruang kepala sekolah, ternyata di kamar mandi terdengar ada seseorang yang sedang mandi. Setelah lama ditunggu dan dibuka, ternyata tidak ada orang. ”Setelah saya tahu kepala sekolah sudah pulang, dan saya buka tidak ada orang, maka saya langsung lari,” pungkasnya.
Sembilan Sumur Masih Lengkap
PENUNGGU gedung SMAN 3 Jombang tak selalu menampakkan diri. Sosok penampakan hanya muncul beberapa kali. Selain suara orang yang sedang mandi. Ada yang melihat sosok bermata besar dan sosok misterius yang menyapu di sore hari.
Terlebih, di SMAN 3 Jombang memiliki sembilan sumur yang terletak di belakang gedung. Dulu, gedung-gedung itu dipakai untuk rumah dinas. Sembila sumur itu sekarang tak digunakan lagi. Namun tidak diuruk, tapi hanya ditutup.
Ada yang ditutup dengan kayu, cor dan dimanfaatkan menjadi meja santai. Selain itu, ada sumur masih menganga, banyak air, namun kotor karena tidak pernah dipakai. Beberapa sumur juga masih lengkap dengan seling, meski sudah karatan dan kayunya patah. Sumur tersebut lengkap dengan saluran yang mengalirkan air menuju kamar mandi.
”Saya yang pernah melihat orang menyapu di sini, sebelah pohon sawo bekalang ruang TU, saya tinggal, saya kembali lagi, masih tetap kotor, seperti tidak disapu sama sekali,” ungkap Daroji salah satu penjaga dan tukang kebun SMAN 3 Jombang.
Ia juga pernah melihat asap rokok dari kamar mandi. Padahal saat itu kamar mandi dalam kondisi kosong. ”Kalau itu, bukan saya saja, banyak yang pernah mengalami, mendengar orang misterius sedang mandi, padahal kamar mandi kosong, ya mungkin penunggunya rajin mandi,” candanya.
Suara mandi tersebut lebih sering terdengar di siang bolong. Pengalaman lainnya, ia juga pernah mendengar musik gamelan yang jadi alat musik ekstrakurikuler sekolah, berbunyi sendiri. Padahal tidak ada siswa yang beraktifitas di ruang gamelan tersebut.
”Ada juga orang yang sedang salat, merasa ada makmumnya banyak, anak-anak dibelakangnya,” bebernya. Termasuk mendengar banyak anak kecil berlarian, tepat di gedung bekas kamar mayat saat dulu masih digunakan sebagai rumah sakit. ”Di situ pernah saya dengar ada suara anak lari-lari,” jelasnya.
Bagi warga SMAN 3 Jombang, lanjut Daroji, mendengar suara-suara mistis sudah menjadi hal biasa. Sehingga semua warga sekolah menjalani dengan santai. ”Dimanapun pasti ada hal-hal semacam itu, yang penting kita sama-sama berbuat baik, tidak mengganggu agar tidak diganggu,” pungkas dia. (wen/bin/riz) Editor : Achmad RW