Menurut Mustain pengurus Makam Maulana Sayyid Ismail, sebelumnya makam hanya berbentuk tanah dan terdapat nisan dari batu zaman dulu. "Baru sekitar tahun 2000-an keberadaan makam ini dikeramatkan warga sekitar," ucapnya.
Ia menyebut, Maulana Sayyid Ismail masih ada hubungan dengan makam Syekh Jumadil Kubro atau Makam Troloyo di Trowulan. "Menurut cerita sebagai pengawal Putri Cempo (Putri Campa,Red) waktu itu. Namun kelengkapanya bagaimana Maulana Sayyid Ismail sampai sekarang belum diketahui jelas karena banyak versi,” tuturnya.
Kisah Putri Campa sendiri menurut beberapa informasi berhubungan dengan masuknya ajaran Islam dalam Kerajaan Majapahit. Sebenarnya makam ini sudah diketahui masyarakat sekitar sejak lama. Selain ada petunjuk, makam juga sering jadi jujugan sebagai tempat tahlilan. "Semenjak didatangi Gus Dur sekitar 2000-an, banyak orang semakin tahu siapa Mbah Sayyid Ismail,” tambah Mustain.
Ya, makam Maulana Sayyid Ismail pernah didatangi mantan Presiden Abdurahman Wachid (Gus Dur). Sejak saat itu, banyak peziarah berdatangan dari luar daerah. Bahkan, jamaah menentukan hari setiap Jumat Kliwon harus berkumpul untuk berdoa bersama.
“Tahun 2004-2005 mulai ramai, atap dibangun. Dulu masih terbuat dari terpal, sekarang bangunan teras permanen sampai sekarang,”terangnya. Sementara, di area makam Maulana Sayyid Ismail, terdapat sumber mata air di dalam sumur yang tidak pernah habis meski kemarau panjang. Konon, mata air tersebut bersumber dari salah satu titik sumber di makam Sunan Ampel Surabaya.
“Dulu ceritanya mau memasang tiang untuk teras di depan makam Maulana Sayyid Ismail kok ambles terus. Setelah dilihat ternyata tiba-tiba ada sumber air yang keluar. Aliran sumber air itu dari Sunan Ampel karena arah sumbernya berbeda dengan sumur milik masyarakat setempat,” beber dia.
Ia menyebut, makam Maulana Sayyid Ismail dulu dikenal angker. Masyarakat sekitar juga merasakan aura negatif tersebut. "Dulu kan masih gelap banyak penampakan seperti pocong dan kuntilanak," tuturnya.
Bahkan, ada yang bercerita saat berkendara di depan makam tiba-tiba mesin sepeda motor mati. "Ada juga yang pernah bercerita tukang bakso yang rombongnya didorong masuk ke area makam," ungkap dia.
Kini, seiring perkembangan waktu, cerita penampakan itu hilang. "Kalau sekarang sudah tidak ada karena situasi makam lebih terang, dan banyak peziarah luar daerah," pungkas Mustain serius. (yan/bin/riz)
Editor : Achmad RW